Sugeng Tanggep Warso, Bosse :”)

Standar

1

Hari itu hari pertama masuk kuliah. Aku cemas, tak tahu harus mengatasi rasa canggung nanti bagaimana. Seperti kebanyakan orang. Aku sebenarnya pendiam di saat baru berkenalan dengan orang lain. Selepasnya, waktu yang akan membuka tabir, aku bisa dekat atau tidak dengan orang asing tersebut. #TSAAH

Seingatku, saat itu memang tidak ada teman dari sekolahku yang sama. Kalaupun aku salah, dan ternyata ada teman dari sekolah/SMA yang sama, aku tak tahu. Kampusku memang kampus favorit disana dan 10 besar terbaik di Indonesia, tak jarang kami berbangga dengan itu karena kami diterima dengan fair dan hasil bersaing dengan puluhan ribu calon mahasiswa di SNPTN  dari seluruh Indonesia dengan predikat Akreditasi A untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris yang kami pilih . Tapi kami tidak begitu bangga dengan bangunan kampus kami. Kampus Sastra yang lebih mirip pendopo kadipaten yang ada di kebanyakan daerah di Jawa Tengah. Tua, rimbun dengan pohon yang daunnya berguguran disapu dengan tidak bersih dan agak spooky. Itu kesan pertamaku. Yang nantinya tak tahu bahwa itu semua merubah masa depanku :”)

Seperti yang tadi kubilang, kenapa mirip pendopo kadipaten? karena ada Joglo cukup besar di dekat tempat parkir. Joglo ini terbuka. Door-less, sepertinya memang dibangun untuk tempat para mahasiswa berkumpul berdiskusi atau sekedar menunggu jam kuliah datang. Aku tak akan terlambat di hari pertama. Aku datang awal dan jelas kebingungan. Setelah melihat jadwal hari ini diminta untuk mendaftar ulang kembali ke TU dan perpustakaan sebelum orientasi dimulai, aku cepat-cepat menyelesaikan 1st mission tersebut. Dan… aku tak tahu lagi mau duduk dimana hingga Joglo lah jadi satu-satunya pilihan. Well.. mungkin aku akan bertemu teman atau mungkin calon pacar disana😛 haha #canda .

Mahasiswa lama dan baru mulai berdatangan. Sebentar lagi kelas umum dimulai. Aku mulai memasukkan semua dokumen ke dalam map beningku sampai tak dengar ada yang memanggilku dari samping.. “mbak….” dia memanggil sambil memegang pundakku (ini sapaan wajar di Jawa Tengah untuk orang yang baru bertemu, tapi setelah kenal lama, kami saling panggil nama).  Kumenoleh kearahnya dan dia tersenyum. Mungkin ini teman baruku. Dia tergolong cewek santai, terlihat dari cara berpakaiannya. Hem panjang senada dengan kerudung, plus celana jeans biru yang jadi seragam wajib mahasiswa kala itu. Kami bertukar info, dan ajaib. Kami langsung akrab. Sampai akhirnya kuliah umum akan dimulai. Dan sebelum berpisah, aku lupa menanyakan namanya. Kutarik pelan tas slempangnya. “Namamu siapa mbak?”. dan lirih dia menjawab, “Stevie”.

Well, kami duduk memang tidak bersebelahan di kelas besar itu. Stevie anak yang supel dan mungkin sudah punya banyak teman. Aku duduk bersama Ice. Teman lain yang kutemukan saat daftar ulang di GSG Imam Bardjo lalu. Diruangan itu aku mulai kenal banyak teman baru. Tapi belum ada yang seramah atau pun se supel Stevie. Hingga akhirnya kuliah umum itu selesai. Mahasiswa baru berhamburan keluar.

Aku lihat Stevie dikerumuni banyak anak yang sepertinya mahasiswa baru juga. Seperti dugaanku, dia pasti banyak disukai orang. Tak heran cepat akrab dengan siapapun. Aku dan Ice menuju Joglo tempat Stevie berada. Dan disana dia banyak mengobrol apapun dengan anak lain. Termasuk pengalamannya bisa lolos SNPTN dll. Aku hanya memperhatikan sambil meneguk botol airku. Tak lama kerumunan mulai bubar. Stevie pun perlahan mulai meninggalkan Joglo. Semua mahasiswa baru sepakat untuk berkumpul di Joglo esok hari saat masa orientasi tiba. Biar satu rasa katanya.

Kelas kami nanti dibagi menjadi 3. Satu angkatan ada 101 orang dan aku ada di kelas B sedang Ice di kelas C. Stevie ada di kelas mana ya? aku mencari namanya. Namun tak ada. Kok bisa? kemudian tepat sebelum Stevie jauh aku bertanya pada anak lain yang masih di Joglo. “kamu kelas apa? Aku Dini. Kelas B”, Sambil menunjuk namaku di daftar list nama mahasiswa baru. “Aku kelas C”. “Oh.. kamu tahu Stevie kelas apa?” tanyaku. “Stevie? Stevie yang mana??” teman baruku itu nampak bingung. Aku menunjukkan telunjukku ke arah Stevie yang sedang berdiri di depan koperasi. “Stevie!” bahkan aku memanggilnya lantang. Temanku tertawa. terbahak keras dan berlari ke arah Stevie. Tampak dari jauh dia menarik tas Stevie menuju ke arahku yang tampak bingung.

“Stevie, nih dicari Dini!!”, teman baruku tadi menarik berdiri Stevie di depanku percis. Aku tersenyum kikuk. “Hehe, hi Stev. Cuman mau nanya, kamu kelas apa?” Seketika aku nyebut nama Stevie seketika itu juga Stevie yang sedang bawa botol minum hampir tersedak dan kemudian terbahak. Diikuti teman baruku yang juga ngakak gak jelas kaya abis liat stand up comedy live dengan banyolan yang luar biasa lucu. Aku tampak bingung dan berasa bego. Dimana lucunya? pikirku.

“Din..din.. kamu ko mau dikibulin sm si tukang kibul ini?!! Stevie apa coba? Ngaku Stevie namanya?Stevie Wonder kalee !” sambil menarik gemas tas slempang Stevie. Stevie masih belum berhenti tertawa terbahak. “Sek..sek.. din, jadi kamu percaya namaku Stevie”, tanyanya sambil menahan tawa yang hampir pecah. Dan kujawab, pertanyaannya. “Iya. Masa aku dikerjain?”. “HWAHAHAHA…Sorri..sorri din. Aku bercanda. Sorri”, dia minta maaf. Dan aku bingung. Ada ya orang bohong dipertemuan pertamanya dengan orang lain? Haha. Ada. Dan itu dia. Stevie. Ups.. namanya bukan Stevie!

Yap, seperti itulah kenangan yang kupunya tentang Stevie (bukan nama sebenarnya) yang kemudian kami panggil dengan sebutan Bosse. Dia ternyata ada di Kelas C bersama Nyit2 and Ice. Sedang aku di kelas B bersama Hana dan Fanny. Then, the mentioned names before became my best friends during the college phase and up to NOW :”) .

IMG_0425

Kami berenam memang terdiri dari berbagai karakter yang berbeda. Tapi itu membuat kami saling melengkapi #ciyeee dan kami jadi sering pergi bersama. Ke kantin, ke mall, bahkan mungkin buka puasa bergantian di rumah masing-masing. Tanggal lahir kami pun mirip. Angka 23 adalah angka kami. Ice 23 Februari, Nyit2 13 Juni, Fanny 23 Agustus, Aku 23 September, Hana 21 November dan si Bosse 25 April. Itulah yang menjadikan kami sahabat selama ini.

Kenapa saya menulis ini ditanggal 25 April? karena ini hari spesial Bosse.

Sugeng Tanggap Warso Bosse. Mugi diparingi kewarasan lan kathah rezeki sekaliyan🙂 (Selamat Ulang Tahun Bosse. Semoga selalu diberi kesehatan dan banyak rezeki.red)

Kalau boleh bilang, kami kangen sekali sama kamu Bos. Kapan kita bisa ketemu lagi ya? terakhir kali rasanya sudah 2-3 tahun yang lalu. Kau pun kini sulit dihubungi tidak seperti yang lainnya yang hingga kini masih suka ngobrol di grup WA. Kami pun tak tahu kenapa ?

 

Warmest Regards,

Dhienz UPS^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s