Gerah dengernya . . .

Standar

It just my 3rd day in Jakarta. Finally after “a very long hibernation”, I’m back!

#Alhamdulillah Puji syukur atas segala rahmat dan kasih sayang Allah yang telah melancarkan segala proses perawatan yang saya jalani selama beberapa waktu ini.

Bicara mengenai pengobatan, pemerintah Indonesia sedang “benar2” berusaha keras untuk membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih baik dari sebelumnya.Yes, I’m talking about JKN- BPJS. Sedikit info:

Apa itu JKN dan BPJS Kesehatan dan apa bedanya?

JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang merupakan kepanjangan dari Jaminan Kesehatan Nasional yang sistemnya menggunakan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan.

Sementara BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS ini adalah perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai PT Askes. Begitupun juga BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).

Antara JKN dan BPJS tentu berbeda. JKN merupakan nama programnya, sedangkan BPJS merupakan badan penyelenggaranya yang kinerjanya nanti diawasi oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional). Sumber: https://www.facebook.com/notes/koran-fesbuk/apa-itu-jkn-dan-bpjs-kesehatan-yuk-kita-bahas-bersama/10152170077759532/

And what will I say here is……

Jujur, saya gerah sekaligus sedih melihat belakangan di media sosial banyak sekali yang menulis hal-hal kurang baik mengenai program di atas (BPJS.red). Tak bisakah sedikit saja berkhuznudzon (berbaik sangka.red) dengan pemerintah dan mulai percaya pada program-programnya? ( Ini bukan karena saya bekerja untuk pemerintah). Disini saya mencoba melihat dari sisi para pasien yang membutuhkan subsidi silang tersebut.Β  Jikalau boleh saya bercerita, saya sungguh melihat sendiri para pasien di rumah sakit (yang kebetulan beberapa diantara mereka adalah kalangan masyarakat tidak mampu dan menjadi peserta BPJS PBI) merasa sangat berterima kasih dengan adanya BPJS. Mengapa, karena pemerintah benar-benar meng cover seluruh biaya perawatan mereka selama sakit. “Pemerintah saiki sampun sae nggih mbak. Kulo matur suwun sanget, niki prikso kalian obate mboten mbayar blas” ( Pemerintah sekarang sudah bagus ya Mbak. Saya sangat berterima kasih sekali, ini periksa dan juga obatnya tidak bayar sama sekali.red). Itu salah satu testimoni yang saya dengar dari para pasien.

Jikalau masih ada yang protes mengenai beberapa syarat dan ketentuan yang menyulitkan klaim, silahkan pelajari lebih lanjut. Setiap program sudah memiliki prosedur tersendiri bukan? Jika tak berhasil meng klaim, bisa jadi Anda kurang membaca informasi. Jika tak bisa menemukan informasi yang dicari sendiri, silahkan datang ke kantor BPJS terdekat untuk mendapat keterangan lebih lanjut.

Melihat apa yang telah pemerintah rancang terkait BPJS, Lalu kenapa masih banyak orang yang sibuk menghitung kerugian mereka dan keuntungan yang di dapat pemerintah? Iuran dengan jumlah sekian dianggapnya terlalu tinggi (Bagi mereka yang mendaftar sebagai peserta BPJS Non PBI), padahal mereka merasa mereka tidak sakit, kenapa harus membayar? Sahabat, maukah Anda menjadi sakit? orang yang ditanya hal seperti itu tentunya akan menjawab tidak. Lalu mengapa menyisihkan uang sekian untuk saat-saat yang (nantinya akan) dibutuhkan masih sungkan? Saya terkadang tidak mengerti akan pemikiran seperti itu. Coba berilah sedikit saja kepercayaan pada pemerintah untuk mengolah uang rakyat. Pemerintah yang dulu dengan sekarang sudah jauh sangat berbeda bukan? meskipun belum bisa dikatakan sangat baik dalam pelayanan, tetapi pemerintah sudah berusaha sebaik mungkin untuk mengabdi dengan tulus untuk masyarakat. Berbagai program baru diluncurkan untuk mempermudah hajat hidup orang banyak di segala lini. Yang perlu dilakukan adalah bersyukur dan menjaga kelakuan Anda sendiri untuk turut andil menyukseskan program-program tersebut. Bukankah sebaiknya begitu?πŸ™‚

Warmest Regards,

Dhienz UPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s