Hello (again) Kuala Lumpur ! (26 – 30 August 2015)

Standar

I jumped into a conclusion that:

“ …not every business trip is boring. It depends on the occassion and with whom you travel with”. –Dhienz UPS-

KL Converge! 2015 merupakan acara pameran media serta industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang bertujuan untuk memfasilitasi serta meningkatkan exchange of digital content di kawasan ASEAN, yang tertuang pada sebuah konsep dunia digital dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di kawasan ASEAN. Acara ini rutin diselenggarakan Malaysia setahun sekali dan Kemkominfo rutin mengikutinya sebagai perwakilan dari Indonesia.

Ya, kali ini saya yang ketiban sampur untuk mengantar delegasi Indonesia yang terdiri dari para pelaku industri informatika tanah air, yaitu PT Sembilan Matahari (Bandung), Toge Productions (Jakarta), SKACI (Bandung), PT Artoncode (Jakarta), PT Domikado ( Jakarta) dan Bandung Techno Park (Bandung). Total delegasi Indonesia berjumlah 17 orang.

Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) langganan menjadi tuan rumah eksibisi ini. Ratusan booth berjajar rapi dengan konsep praktis, minimalis namun sarat unsur modern. Mulai dari booth negara-negara anggota ASEAN (termasuk Indonesia), hingga booth negara mitra wicara ASEAN seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea. Semuanya turut berpartisipasi memamerkan karya teknologi baru/industri informatika kreatif yang dimilikinya.

Day 1

Saya berangkat satu jam lebih dulu sebelum delegasi Indonesia yang lainnya. It’s KL. I’ve been visited this place once at 2013 back then. Mungkin ini yang bikin saya pede-pede aja jalan sendiri sampai munculin quote :

IMG_20150826_060259

“… because traveling in group is too mainstream”, hehe.. #congkak #plakk😛

*padahal sampe bandara dijemput panitia hihi ( #ngaku)

Sebagai HoD dadakan (Head of Desperation si bukan Head of Delegation)😛 , dan mungkin karena saya sendiri. Satu mobil sedan datang menjemput saya di KLIA. Ada wifi nya lumayan langsung bisa ngabarin orang rumah kalau putrinya ini sudah mendarat dengan selamat di negerI Ipin-Upin  . Yeeii #alhamdulillah. Tadinya sempet bimbang mau beli simcard di Bandara atau tidak untuk terus berkomunikasi biar ga jadi fakir Wifi, tarif udah jelas 50RM terpampang di counter-counter yang menjual nya. Mahal kak😦 . Akhirnya ga jadi beli dibandara.

—————-Penampakan rambu TOL di sepanjang jalan menuju Kuala Lumpur————

20150826_125339

Jarak bandara KLIA – KLCC adalah 76 kilo atau kurang lebih 45 menit dengan mengendarai mobil.

*sedikit cerita tentang Kuala Lumpur International Airport (KLIA), berbeda dengan Bandara LCCT (sekarang sudah ditutup digantikan fungsinya oleh KLIA2) , dulu pertama kali saya ke KL, saya mendarat di LCCT. LCCT adalah tempat mendaratnya maskapai LCC (Low Carrier Cost ) pesawat macam Air Asia/Tiger Airways/Jet Star dll yang tandus, gersang dan biasa aja, KLIA ini besar dan megah, walo masih megahan Changi Airport Singapore (tetep, pecinta Changi😛 walo kerjaannya disana Cuma transit. Kang kumpulin kupon Mas Mbak.. harap maklum). Sedikit penampakan KLIA ya.

klia_airport-ict

Kami diinapkan di Novotel City Center Hotel, dimana untuk menuju KLCC, tepat di depan hotel ada Skyline/SkyBridge ato apalah intinya ini adalah jembatan penghubung yang didesain nyaman untuk para pejalan kaki karena bereskalator dan ber AC , jika melewatinya perlu waktu sekitar 15 menit untuk sampai dari Hotel ke KLCC. But bunch of thanks buat Mas Harry yang sudah nunjukkin jalan pintas lewat bawah, dan menjadikan jarak antara Hotel kami ke KLCC menjadi 5 menit saja. Awesome!

20150827_215906

Sesampai disana karena kelaparan pergilah sebagian dari rombongan kami ke Nando’s Peri-Peri Chicken yang ada di Pavilion (Hotel kami tepat ada di pintu masuk belakang Pavilion! Yang merupakan salah satu kawasan Mall Besar di daerah Bukit Bintang dan sekitarnya) tepatnya di Ground Floor. Ini merupakan restoran ayam goreng olahan dengan bumbu peri-peri berasa asam khas Portugis. Oalah, potongan ayamnya sebagor-bagor sodara-sodara (alias besar banget!). Terima kasih untuk Pak Faizal dari PT Domikado yang telah menyeponsori makan sore kali ini😀 #Alhamdulilah

Nandos

Setelah makan kami semua ke KLCC untuk cek lokasi dan kembali ke Hotel.

Malamnya saya dikunjungi dua sahabat lama aseli Malaysia saya, Khan dan Fekhri. Mereka membantu saya membeli simcard di daerah dekat Arabian Street dekat Stasiun Monorail Bukit Bintang dengan harga Cuma 15RM saja (social media setahun gratis dengan balance 7RM. Good deal right?! Untung ndak jadi beli di bandara, bisa uring-uringan seminggu kalau jadi beli ) haha #canda

Fekh-Khan 2015

Day 2

Well its all about the KL Converge!

Ini dia booth Indonesia!

Stand Indonesia

 The EXHIBITORS

Exhibitors INS

Hari Kedua ditutup dengan berjumpa kembalinya saya dengan Sahabat-sahabat saya yang baik. Wanita-wanita Melayu ini sudah 2 tahun tak saya jumpai, Liyana dan Atiqa, mereka meluangkan waktunya untuk saya. SO SWEET !❤

Liyana Andin Atiqa

Kami janjian di Mall Suria KLCC. Antara KLCC dan Mall Suria KLCC terdapat tunnel yang menghubungkan keduanya. Seperti berikut: KLCC Tunnel

Kami bertiga bertemu di food court, menyantap makan malam kami dan mengenang perjumpaan kami dulu di Jakarta dan Bandung🙂 #PersahabatanItuIndah

Saat hendak pulang, tidak sengaja saya pun melihat atraksi air mancur yang disuguhkan di danau yang terletak di belakang Suria KLCC. Atraksi air mancur yang didukung dengan lighting yang apik serta musik yang pas membuatnya jadi pertunjukkan indah di malam hari! Look at this!

Day 3

Pameran masih berlangsung seperti hari sebelumnya pukul 10.00 s.d 17.00 waktu setempat. Pengunjung lumayan banyak. Anak-anak sekolah pun diarahkan untuk mengunjungi KL Converge! 2015 oleh pemerintah setempat.

Pukul 19.30 selepas maghrib waktu setempat saya, Mbak Adisti , Mas Harry, Mas Budi, Mas Sony dan Mas Ali memutuskan untuk mengeksplor KL lebih dalam. Pergilah kami ke KL Sentral dengan LRT untuk mencari coklat dan makan di sebuah restoran Peranakan Palace namanya. But I only ordered Hot Teh Tarik, I was little bit not feeling well. Got little bit dizzy . Tapi demi Xplor, tetep berangkat! *hophophop

20150828_215503

Setelah makan kami melanjutkan perjalanan dengan LRT ke Pasar Seni/Central Market, sayangnya sudah tutup. Kami sampai disana tepat pukul 22.00 *huks tapi baiklah.. perjalanan lanjut ke Petaling Street. Saya mau nyari snowball!! Fyi, saya pengepul snow ball.. haha.. maksudnya kolektor. Jadi saya berusaha mencari snowball ke tiap negara yang saya tuju. Walaupun kali ini tidak berhasil mendapatkan di Petaling street, saya pantang menyerah dong..

20150831_100136

Ini lah penampakkan Snow Ball cantik yang berhasil saya dapatkan dari rekan saya yang mencarikannya di Pasar Seni keesokan harinya. (Ada lampunya inih.. *puas). Cici Dita, thanks berat! #kisskiss

Btw, Snow ball ter-charming yang saya punya sementara ini dari Singapura. Ada kotak musiknya jadi jika kenop dibawahnya diputar maka alunan merdu harpa akan mengalun sembari membuat Merlion yang ada di dalam Snowball berputar. (Bagus ya?! Mahal kak? / Oh jelas! Beli di Changi Airport, tapi….. kan dapetnya nombok dikit aja cz rajin ngumpulin kupon.. Haha #plakk ). Yang pingin ngumpulin kupon sini kasi tau saya! Saya kasi tau caranya😀

Petaling street memang menjajakan souvenir khas Malaysia dengan harga terjangkau kok, asal jangan lupa menawar ya! Cerita detail tentang petaling sudah pernah saya bahasa di postingan mengenai Malaysia sebelumnya.

Setelah semua membeli yang dicari di Petaling Street, sambil terburu-buru kami berlari menuju stasiun LRT Central Market untuk kembali ke Hotel. Saya ingat betul. Jam sudah menunjukkan pukul 22.40 dan kami tiba pas, kurang lebih 5 menit sebelum kereta terakhir melintas. Rapid KL beroperasi hingga pukul 23.00 waktu setempat. Finally, we made it! #alhamdulillah

Tapi ya, dasarnya tourist, kalau belum ke Landmark terkenal kebanggaan warga KL belum afdol sepertinya. Kami pun menghampiri Petronas Twin Tower untuk sejenak Wefie bersama sebelum kembali ke hotel. Cheez!

wefie full

Day 4

Yap! Sedang terjadi demo besar-besaran di KL. Beberapa kali rekan dan sahabat dekat saya di Indonesia menanyakan apakah saya baik-baik saja di KL. Karena mereka takut kalau kami jadi korban kerusuhan. Hehe. Tenang, Malaysia memang melakukan unjuk rasa besar-besaran, mereka memakai Baju berwarna kuning bertuliskan “Bersih 4.0”, namun semua berjalan damai dan tertib. Puluhan ribu warga memadati sekitar Jalan Ampang hingga semua jalan menuju Dataran Merdeka. Mereka memprotes PM nya yang dinilai tidak berhasil memimpin Malaysia hingga menyebabkan nilai tukar Ringgit terhadap USD turun drastis. Selain itu dugaan PM Malaysia terlibat korupsi pun nyaring disuarakan para pendemo. Get better soon, Malaysia!

Meskipun begitu, karena ini malam terakhir di KL saya pun tak mau menyia-nyiakannya begitu saja. Berbekal dua partner jalan yang sangat menyenangkan dan seru (Mas Harry dan Mbak Adis) karena yang lainnya memiliki agenda sendiri, kami menghabiskan Satnight dengan menelusuri Chowkit untuk berburu camilan khas Malaysia (hasil googling dari sebuah Blog yang ditemukan Mba Adis sebelumnya). Chowkit dalam peta RapidKL hanya bisa dijangkau dengan Monorail. Maka, seperti pedoman turis-turis yang lain, kalau Anda tidak mau bingung, maka tujulah KL Sentral dan kamu akan menemukan muaramu disana (Maksudnya, bagi yang mau naik Bus, LRT, Monorail, bahkah Kereta Tanah Melayu ke Singapura tapi masih ragu-ragu, semua ada di KL Sentral). Maka untuk kedua kalinya kami menuju KL Sentral. Pusat moda public trasportation di KL.

ss

Stasiun Monorail ada di Lt.2. Kembali saya gagal menghabiskan uang receh saya karena entah terselip dimana, dan akirnya kami tetap membeli koin Monorail dengan uang kertas😦 .

Well, kita agak kesulitan mencari Toko camilan dimaksud, menyusur jalan dengan penerangan remang membuat kami beberapa kali bertanya pada orang hingga menghantarkan kami ke Jalan Lengkok Raja Laut. Mungkin sebenarnya sudah benar, tapi dugaan saya toko Makanan Khas Malaysia ini sudah tutup, mengingat saat itu sudah pukul 20.30.

Tapi, Allah memang Maha Baik, kami menemukan rumah coklat asal Iran yang cukup lengkap koleksinya. Urusan rasa pun cukup enak, dan yang paling penting MURAH! Sodara-sodara..hehe.. Toko ini bernama Shirin Asal, penjualnya pun Aseli dari keluarga Iran.

20150829_204350

Dan inilah hasil belanja kami: Belanja apa kulakan Mas.. Mbak?! *giggle

20150829_232406

Setelah puas belanja, kami sebentar mampir ke KFC yang ada di dekat situ, dan setelah makan terpikir untuk nonton film di teater KL. Kami ingin merasakan seperti apa ya menonton di luar Indonesia itu, akhirnya kami memutuskan untuk pulang menuju Pavilion. Kami turun di Stasiun Monorail Bukit Bintang (tak lagi ke KL Sentral karena ternyata lebih dekat. Jalan kaki juga sampai ke Pavilion). Namun sayang, bioskop nya pun sudah tutup.

Yah, that’s all from short trip to Kuala Lumpur. See you when I see you again!

IMG_20150830_121728

Arrivederci!

Warmest Greeting,

Dhienz UpS^^!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s