Life Is About Choice

Standar

April 25th 2014, 21:52

 bunge

“Mbak, aku pengen cerita sesuatu, boleh mampir?”, Kata Cyndi (nama disamarkan) saat kami pulang menuju rumah sesudah saya membantu mengerjakan tugas kantor dirumah Neny. “Oh iya, boleh”, saya mempersilahkan.

Kebetulan, papa dan mama saya lagi keluar jadi kami bisa mengobrol lama di ruang tamu.

Cyndi sudah punya pacar, sebut saja Bayu, yang seumuran dengannya, dan menurutnya juga sudah sangat cocok dengannya. Tapi belakangan, muncul lelaki lain yang cukup membuatnya “galau”, karena kenapa? Pertemuannya yang baru beberapa kali itu ternyata bisa membuat si laki-laki jatuh hati pada Cyndi. Dia laki-laki yang sudah cukup mapan. Bekerja dan menetap di Bekasi. Usia sekitar 30 tahun-an. Sangat matang di mata Cyndi. Sebut saja Mas Dirga.

Mas Dirga tidak main-main, setelah mengungkapkan dia jatuh hati pada Cyndi, dia bahkan langsung minta izin untuk melamar Cyndi. Cyndi wanita muda yang cerdas, usianya baru 23 tahun, cekatan, aktif di berbagai organisasi. Dia pun sangat terbuka mengenai masalah ini. Dia sudah bilang ke Mas Dirga kalau dia sudah punya pacar, tapi Mas Dirga tetap berusaha untuk mendekati Cyndi dan memintanya untuk segera sholat istikhoroh, karena pacar belum tentu jodoh katanya.

Disamping itu Cyndi pun cerita pada Bayu, dia tak ingin menutupi apapun, Cyndi mengungkapkan ada laki-laki yang hendak melamarnya. Cyndi cukup galau, dan sebagai teman yang juga menganggap saya sebagai kakak sendiri, Cyndi meminta pendapat saya.

Usia-Ideal-Pernikahan

Well, It’s about marriage. Ini tentang kesiapan mental, pilihan hidup dan keyakinan pada calon pasangan. Oke, saya memang belum berpengalaman. Tapi dari masalah yang dihadapi Cyndi yang walau masih muda tapi pemikirannya sudah sangat dewasa, saya belajar mencoba menganalisa kasus ini.

Dia baru saja lulus D3 sedang meneruskan kuliah sembari mencari pengalaman kerja. Saat bertemu dengan saya pun dia sudah mencoba menilai kedua laki-laki yang jatuh hati padanya ini dengan sangat obyektif. Tak membela Bayu meski Bayu pacarnya, ataupun tak berlebihan mengagumi Mas Dirga dengan label kematangan dan kemapanannya. Dia membandingkan kedua laki-laki ini dari banyak aspek (sifat, perilaku, semangat berjuang, kemapanan, tanggung jawab, kesetiaan dll). Para pria yang lagi baca tidak  setuju dibandingkan? Mm… Kenapa harus marah, setiap individu menginginkan yang terbaik untuk dijadikan pasangan, kalian juga pasti sama jadi bagi saya ini wajar. Tapi ingat di dunia ini tak ada yang sempurna. Asal se iman, sholeh/sholehah, sayang keluarga, bertanggung jawab dia layak dipertimbangkan. Karena Tak ada yang sempurna.

Menurut saya, sebenarnya naluri wanita itu sama. Kami (saya, Cyndi dan para wanita lain) akan mempertimbangkan hal-hal penting selain feeling saat kami dihadapkan pada pilihan yang nantinya akan menjadi keputusan penting untuk kehidupan kami kelak. Kami sangat menghargai keseriusan laki-laki.  Melihat dan mengamati bagaimana seorang laki-laki memperjuangkan kami untuk bersanding dengannya merupakan suatu kehormatan. Melihat laki-laki memperjelas status diantara kami adalah hal yang melegakan kaum wanita. Jadi ketika ada tawaran pinangan ke kami, meskipun tak kemudian serta merta langsung menerima, tapi jelas kami akan mempertimbangkan dengan serius. Meski banyak laki-laki senang mengumbar janji akan menikahi namun dibelakang janjinya tak kunjung dilakukan.. Jangan seperti itu ya readers ku yang budiman (para laki2)🙂

Tak banyak laki-laki yang berani berkomitmen dengan seseorang yang baru dikenalnya. Dalam kasus Mas Dirga, beberapa kali bertemu Cyndi dalam persiapan hingga pesta pernikahan adiknya, Nena, memberikan cukup waktu untuk Mas Dirga menilai dan mengamati Cyndi. Cyndi cewe yang baik, mengenakan hijab, santun tutur katanya, hormat pada orang tua, ramah, ceria, smart, sayang keluarga, dan nyaman untuk diajak berkomunikasi. Dia tak melihat wajah atau kecantikan fisik. Karena Bagi Mas Dirga, cantik di hati lebih penting. Begitu simple. Mas Dirga hanya fokus untuk segera melengkapkan setengah dien nya. Tapi dia pun sadar. Jalannya kali ini tak akan begitu saja lancar tanpa seizin Allah.

Sayang keluarga buat saya juga sebuah poin penting. Saat seseorang tahu cara memperlakukan orang tua dengan sangat baik, inshaallah dia adalah calon pendamping yang tepat. Sedang umur, itu bukan suatu hal yang masalah manakala kalian sudah satu visi. Dalam hal ini, dhie liat sendiri tante dan om dhie yang jaraknya 6 tahun lebih tua si wanita daripada si laki2. Tapi tidak masalah, pernikahan mereka baik2 saja dan sudah dikaruniai 2 putri yang telah berumur 13 th dan 9 tahun. Bukti lain umur bukan masalah? Lihat Dona dan Darius. Pasangan pesohor negeri ini begitu harmonis🙂

Sedang di sisi lain,  Bayu yang juga sudah diberi tahu tentang kehadiran sosok Mas Dirga mulai terusik ketenangannya, Tapi dia tidak kemudian menggenggam erat Cyndi dan overprotektif. Dia tetap menyerahkan segala keputusan ke Cyndi sambil terus memperbaiki diri.

Pada akhir ceritanya saya hanya berpesan pada Cyndi, yang paling utama tanyalah pada diri dan hati sendiri, sudahkah siap untuk berkeluarga? Sudah mantap dan percaya diri kah untuk mengarungi kehidupan baru sebagai calon orang tua?? Jika jawabannya iya, mungkin memang harus memikirkan hal selanjutnya.

Memang wanita itu selalu menggunakan feeling untuk memutuskan sesuatu. Namun kali ini, selain feeling kamu pun butuh logika. Dan yang pasti, ketika feeling dan logika tak kunjung memberi titik terang, bertawakal sama Allah. Biarkan Allah yang memilih. Sholat istikharah. Karena kadang jodoh itu diluar nalar.

Ada yang ketemu jodoh yang tadinya adalah mantan musuh besarnya (suka diejek-ejek, bahkan dibully), terbentang jarak antar benua bahkan dengan dipertemukan via soc med, teman sekolah lama, sahabat dekat, sama2 penggemar klub sepakbola, sama-sama jadi rekan kantor atau pengajian, dikenalkan oleh teman, atau mungkin orang yang sama sekali ga pernah terlintas di otak dia akan menjadi pasangan abadi kamu. Allah selalu memberi kejutan dalam caranya mempertemukan mereka yang berjodoh.

198322_376858402369512_597427843_n

Terkadang, Allah telah banyak memberi clue-clue yang jelas, mendekatkan hati yang tadinya jauh, menalarkan hal yang tadinya bahkan tak masuk akal di otakmu, membolak-balikkan dan mengombang-ambingkan hatimu, dll.. Namun kadang manusia dengan sifatnya suka begitu, ga ngeh sama petunjuk-petunjuk Allah. Padahal kita semua tahu, pilihan Allah adalah yang terbaik.

Life is about choice. Hidup ini cuma sekali. Hidup ini hanya tentang masalah pilihan. Memilih. Jika benar dalam mengambil keputusan, kamu akan bahagia. Jika tidak, hanya penyesalan lah yang akan kau dapat. Jadi pilihlah yang terbaik.Tak harus sempurna, karena ia tak ada.

Memang tidak mudah menemukan pasangan yang sholeh/hah, cantik/tampan, baik komunikasinya, pandai, baik sifatnya, peduli pada kita, setia, bertanggung jawab dll sesuai type ideal kita sebagai manusia.

Jadi saat sudah bertemu / menemukan beberapa kriteria idealmu dalam dirinya, segera dipikirkan dengan serius sekiranya langkah lanjut apa yang harus diambil. Apalagi jika kalian berdua sudah sama-sama bekerja, umur cukup, janganlah menunda. Waktu terus berjalan dan ga akan kembali. So, be wise.

‘Cause if u don’t do that, someone else will

tumblr_mrtzdaG5BN1reru8to1_500

Semoga kita semua adalah makhluk ciptaan Allah yang selalu akan diberi pencerahan dalam hidup hingga senantiasa bahagia. Saling mendoakan ya, biar yang belum menikah segera menikah. Jadi tugas untuk menggenapkan dien tercapai sudah. Amin.

Jadi semangat untuk segera menikah :”) hehe

Warmest Regards,

Dhienz UPS ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s