Semua Kejadian atau Peristiwa itu Netral, Kita lah yang Memberi Rasa

Standar

March 11th 2014 ( 04:45am)

Pernah gagal dalam sesuatu? Ujian? Sidang skripsi? Melamar Pekerjaan? Mengerjakan Pekerjaan? Atau bahkan saat Menyatakan Cinta? Saat Anda menjawab “pernah” saya ingin membagi rasa itu disini. Bersama-sama kita lihat seperti apa saat kita memberi rasa pada sebuah kejadian yang sebenarnya berasa netral.

 Kejadian berasa “NETRAL”. Apa maksud nya? Maksud saya adalah, semua kejadian yang dialami manusia tidak punya kemampuan untuk menciptakan rasa untuk kejadian itu sendiri. Disini manusialah yang diberi akal dan pikiran berperan memberi rasa. Entah itu sedih, gundah, semangat, bahagia, menyesal atau bahkan biasa saja. Sadarkah?

 Contoh, sewaktu Anda ditolak saat menyatakan cinta. Sakit? Atau Sedih  yang Anda rasa? Atau bahkan marah? Itu semua Anda yang menentukan. Saat Anda memaknai cinta Anda kepadanya adalah segalanya, dan dia menolak cinta Anda maka Anda pun akan sedih seolah dunia ini hancur. Seolah Anda tak punya gairah hidup karena cinta Anda untuknya tak tersambut. Anda  yang memaknainya seperti itu, Anda yang merasakannya, dan Anda pula yang rugi karena rasa itu akan mempengaruhi Anda dalam menjalani kehidupan Anda selanjutnya.

 Namun coba Anda memberi rasa tersebut dengan rasa yang berbeda. Saat cinta Anda tak terbalas, coba berpikir tanpa menyakiti diri Anda. Tak mudah? Ya. Tapi ini yang terbaik untuk Anda.

 Mungkin ini yang ditunjukan Allah. Mungkin Anda mencintainya hanya karena nafsu bukan karena Allah, jadi Allah belum izinkan. Mungkin memang belum saatnya Anda berpasangan dengannya. Mungkin Allah telah siapkan seseorang yang akan menyambut cinta Anda lebih dari yang ini. Mungkin dengan fokus selain pada cinta ini Anda bisa mencapai cita-cita Anda yang lain tanpa beban. Mungkin Anda bertemu dengannya hanya untuk belajar mengasihi meski tanpa memiliki. Mungkin Anda sedang diuji kesabarannya, dll. Saat Anda memutuskan untuk positive thinking, maka reaksi Anda selanjutnya pun tidak akan menyakiti diri Anda. Semua akan menjadi mudah dan pada akhirnya Anda akan berkata, “Well, life must go on”, sembari tersenyum ikhlas menerima keadaan. Who knows dengan tindakan Anda yang sangat lapang dada ini suatu ketika saat Allah mengizinkan tanpa Anda meminta dia yang pernah menolak Anda tiba-tiba kembali pada Anda. Just be positive

positive-thinking

 Semalam seorang sahabat saya menulis status di BBM yang cukup menggambarkan dia habis kesabaran dilengkapi dengan emot “red smiley” yang jelas kita bisa menebak berarti dia sedang sangat marah. Sahabat saya ini orang baik. Dia tidak akan mengecewakan orang lain. Saat ditanya ada apa dengan statusnya? Sahabat saya akhirnya bercerita tentang hal mengecewakan tentang apa yang sedang dialaminya.

 Dia kecewa dengan orang kantornya yang menyerobot pekerjaan yang sudah dia kerjakan tanpa pemberitahuan. Usahanya menyelesaikan tugas tersebut bahkan dilaksanakan hingga lembur. Saat deadline sudah di depan mata, dia melihat ternyata orang lain menyerobot pekerjaan itu tanpa ba bi bu. Itulah sumber kekesalannya hari ini.

 Sebagai teman yang baik, saya tanya apa yang akan dilakukannya. Dia menjawab dia akan melaporkan hal itu pada atasannya supaya orang yang menyerobot kerjaannya itu di tegur. Dia tidak terima mentang2 dia paling muda disitu dia tidak dihargai. Itu yang ada di benaknya yang disampaikan pada saya dengan cukup emosi.

 Saya menyetujui bila dia akan melaporkannya kepada atasannya atas tindakan rekan kerjanya yang tidak terpuji itu. Harus malah, saya hanya mengingatkan cara penyampaian komplain nya nanti. Saya khawatir dengan rasa marah dan emosi yang dia berikan untuk kejadian itu, bukan tak mungkin justru ia yang nantinya akan ada di situasi sulit dan menjadi tak nyaman dalam bekerja di tempat tersebut.

 “Dhie, mana bisa aku ngelaporin tanpa marah2? Udah di ubun2 ni dongkolku”, tulisnya sesaat setelah kuberi masukan.

 “ Bisa. Kan kamu yang bisa mengontrol itu. Nanti malam tahajjud ya.. Mengadulah sama Sang Pemberi Hidup. Memang ga mudah untuk jadi orang baik yang akan selalu mengerti, mengalah dan bahkan memaafkan kesalahan orang lain yang jelas-jelas membuat kita dirugikan. Tapi ingat kan, itulah kenapa Allah memberi pahala besar untuk mereka yang bisa melakukannya”, pungkasku yang kemudian diakhiri dengan ucapan terima kasihnya karena telah diingatkan.

 Semua reaksi kita akan semua kejadian yang kita alami sebenarnya sama. Ia netral. Hanya kitalah yang bisa memberinya rasa. Kalau dengan selalu memberi rasa positif dan selalu berbaik sangka justru akan menguntungkan Anda. Kenapa ‘tak Anda lakukan? Toh itu baik untuk kehidupan Anda kanpositive-thinking-is-nothing-unless-you-take-a-positive-action-an-action

Best Luck,

Warmest Regards,

 

 Dhienz UPS ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s