Setahun Penanggalan Qomariah Berlalu Sudah . . .

Standar

“sssrttt..klang”…Suara notif  “post man” WApp..

Message berlogo Pop Up “telepon hijau”  itu memberitahukan bahwa ada pesan baru yang masuk… Siapa pagi2 seperti ini menyapaku…. (bangkit meraih Galace atau lebih beken dipanggil Ghie dengan ogah2 an karena demam saya masih juga belum turun) nama aneh yang entah waktu itu didapet dengan asal menyingkat Galaxy ACE..:/

“Dongsaeng”…tertulis di layar… dhie selalu memberi panggilan khusus untuk kerabat dan orang yang dhie anggap special, dari si adek..dhie buka… “Mbak….ngga terasa..sudah setahun ya….pasca mama operasi…inget kan dulu kejadian juga pas Lebaran Haji…”

Mm…for a while, dhie terdiam…cukup lama…mungkin hampir dua menit..mengingat semua kenangan tahun lalu…kesulitan,kesedihan..kekhawatiran…. Maybe the people inside the memory has changed…but the memory itself remains….begitulah….

===================

H-2 Idul Adha 1432H (RSUD Karyadi SMG)

Kupulang dari Ibukota untuk menemani mama operasi esok hari…operasi yang sangat besar..operasi yang kita pun tak akan tahu seperti apa hasil akhirnya…

Kubertemu mama, pucat,badannya cukup membesar (lebih tepatnya bengkak),,sepertinya efek infus yang telah tertancap ke dalam tubuhnya seminggu jauh sebelum aku pulang kini… senyumnya masih tertahan seolah dipaksakan karena melihat anak sulungnya datang dari rantau..Berusaha mengatakan padaku lewat pandangannya,”Mama baik2 aja nak…” dengan berkaca-kaca yang nyaris tumpah….Peluk kangen penuh perasaan bersalah…ya Robb..kenapa mama Kau beri cobaan seberat ini… papa pun sempat urung memberikan tanda tangan perihal izin untuk dioperasi tersebut… ini perkara terbesar yang pernah beliau temui…dokter pun tak berkata manis di depan.. risiko dari operasi ini dituturkan dengan gamblang… ibu dapat normal kembali, lumpuh sebagian, lumpuh total, ataupun meninggal…. daaarrrttttt!! seperti ada aliran listrik tak nampak ikut merasuk ke bagian otak terdalam…

Aku pun paham,, dimana letak keputusan terberat itu diambil… Papa bersama mama sudah hampir seperempat abad…tidak ada masalah berarti…dan kali ini harus memutuskan sesuatu yang berisiko begitu dasyat…namun keyakinan dan keberanian mama meluluhkan segalanya…Papa pun rela memberi izin..dan besok.. H-1 Sebelum Idul Adha 1432H,, tumor di otak mama akan coba diambil oleh tim dokter..

Siapa yang punya ekspektasi tinggi dalam hal begini..?keyakinan pasti ada…namun hati yang mencelos seolah tak akan pernah bisa tentram tiap detik menjelang mama masuk kamar operasi….aku pun mulai panik…berkeringat dingin…semua kerabat berkumpul dikamar mama sejenak sebelum bajunya diganti dengan baju khusus pasien yang akan dioperasi…

Aku menemaninya sepanjang siang…melantunkan ayat2 Allah didekat ranjang tidurnya…sangat takut jikala inilah momen akhir kami berdua….Tunggu ya Allah…aku belum siap…😥

Satu persatu saudara sejawat menyalami dan mendoakan yang terbaik untuk mama….dengan senyum yang terus coba kukembagkan kuberterima kasih kepada seluruh dari mereka…mama menangis…entah menangis apa…yang kulihat hanya satu…beliau berusaha tegar dan berani menghadapi operasi besar kali ini…

Papa tidak tahan untuk tidak menangis….beliau disandarkan agak jauh dari tempat tidur mama…”engga….mama engga boleh liat papa sedih…papa alasan paling kuat mama berani ambil risiko sebesar ini….”hatiku mencoba tenang…

Adikku entah sudah menangis sejadi jadinya di ujung…perlahan kubisikan sesuatu….”Mama,,bismillah…pasrah sama Allah… apapun hasilnya Allah yang akan kasi keputusan terbaik… yang penting tugas manusia itu berusaha. Dan mama hebat sudah sampai ke tahap ini. Insyaallah sembuh ma…” pelan kucium pipi dan dahinya… ya Robb… aku tidak kuasa lagi menahan air mataku untuk tidak tumpah…ini mamaku…orang yang melahirkanku…orang yang membesarkan anak nakal ini hingga menjadi sebesar sekarang….

Pukul 3 sore tepat mama masuk ke ruang operasi.. keluarga menunggu di luar. Aku tidak bergabung dengan mereka.. berdua dengan sahabat SMA ku yang datang khusus untuk menunggui mama operasi kami memilih duduk dikoridor kosong sebelah selatan ruang operasi…aku menumpahkan rasa yang semenjak tadi tak kuasa kutahan… menangis…khawatir yang sangat besar..sahabatku tersenyum dan tak lepas menepuk pundakku. Sabar din…ditangisin aja….biar lega…

Setelah puas menangis,,kuraih ponsel ku..asal pencet..engga fokus…sgala soc med diperiksa..tanpa menulis apapun…dan berakhir pada Yahoo Messenger…

Tanpa sengaja…Dia menyapa… membuat saya tertawa, sejenak melupakan haru yag baru saja ada..seolah mengisi ruang kosong sisi terdalam hati saya yang mencelos karena kawatir..dia turut mendoakan…menanyakan kondisi terakhir…memberi kata2 kekuatan…aku tidak peduli…tidak peduli jika itu hanya semata perhatian dari seorang teman dekat…bagiku itu sangat berarti.. karena apa? Waktu dan momennyalah yang membuat ku memberi “arti khusus” untuk perlakuan baiknya kali ini…. Jangan salahkan aku mengartikan ini begini…karena ini pun tak kuatur…Jangan melarangku untuk tidak berpikir begini, karena waktu dan momennyalah yang membuat ini semua.. memang tak ada orang lain..kamu..hanya kamu yang sempat membuatku menghapus tangis…meski jauh dari ujung selatan kota kembang itu…

Percakapan itu berakhir karena batreku yang drop…aku kecewa, namun tak bisa protes..aku masih ingin terus berbagi dengannya..aku butuh bahu untuk bersandar..dan dia tidak tahu itu…percakapan itu pun masih ada hingga kini…kenapa? karena itu penting buatku… 

semakin malam semakin membuatku kalut..tepat setelah magrib..setelah 3 jam mama masuk ruang operasi..dokter anastesi keluar..memanggilku masuk..meminta kami menyiapkan 8 kantong darah berjenis B. Tanpa ba bi bu aku lari ke lantai dua. Tempat bank darah disediakan… dan…ternyata tinggal 2..kata petugas aku harus ke PMI Pusat…deg deg deg…..Ya Rabb… mudahkan ini jikalau memang Engkau ijinkan….

Aku menelepon Papa, segera menjelaskan dan kami pun pergi ke PMI..Sepanjang jalan papa dan aku menghubungi segala kontak yang ada di ponsel..memohon kerelaan mereka untuk menjadi donor mama, takut bila di PMI tak cukup…responnya sungguh baik..banyak yang bersedia membantu…setelah sampai sana..syukurlah..darah yang diminta ada..tapi aku harus menunggu selama 1 jam…karena ad proses yang harus dilalui supaya darah itu siap pakai..papa harus kembali ke rumah sakit…ada yang harus diurus…dan aku sendiri…Teman2 mensupport melalui telp maupun sms,mendoakan yang terbaik…

Darah sudah ada di tanganku, papa tidak bisa menjemput. Aku menyetop taksi di ujung jalan dan bergegas kembali ke rumah sakit… tiba disana suasana tidak mengenakan terlihat olehku setelah menyerahkan darah ke ruang operasi… mata adikku merah,,basah, bengkak..seolah habis menangis tak henti2…tante2 ku pun sama…ada apa ini…papa pun tak lepas mengucap istighfar dan bertashbis sebagai penguat fisik supaya tidak ambruk .. Mama baik-baik saja kan???

Aku lemas, oleng sedikit dan terduduk disamping adikku..Baru kudengar dari adikku yang dipanggil dokter saat aku dan papa pergi ke PMI..Kondisi terbaru mama…dokter meminta keluarga untuk berdoa saja…seolah berkata sudah tidak mungkin berhasil operasi tersebut..ya Robb….inikah keputusan Mu?? perlahan kabut ketakutan itu menyelimuti ku…ketakutan kehilangan yang sangat….sangaaat besar..belum siap jika mama pergi dariku…dari hidupku….kumenangis dalam diam….kubergeser duduk disamping papa…tubuhnya penuh bau minyak mencegah pusing yang merebak…. papa betul2 memprihatinkan….seolah sangat terpukul dan akan pingsan…padahal ini kan belum berakhir…kupeluk dari samping tubuh orang yang sangat kuhormati ini…bergetar kuberkata,, “Papa ikhlas pa….apapun hasilnya kita harus ikhlas ya pa….”. Itu pasti yang terbaik buat mama….

Semakin malam..bangku-bangku ruang tunggu kamar operasi mulai kosong…pasien operasi lain sudah selesai…waktu pun sudah beranjak pukul 21.05.. sahabatku harus pulang…dia bilang akan mendoakan dari rumah…baiklah…terima kasih kawan..kedatanganmu sangat berarti..aku sudah bingung harus sedih atau optimis….blank….hanya nama Allah yang tak lepas dalam ingatanku..penyelamat dari segala musibah…

Aku sempet tertidur di bangku keras itu…tak sadar…tiba2 lampu operasi yang semula merah berubah kuning…sudah selesaikah? tak lama keluarga mama dipanggil…aku,papa dan adikku masuk ke dalam…kubertemu dokter bedah bertubuh besar itu.. dia membuka masker hijaunya…ekspresinya lurus…tak bicara, namun menunjukkan sekantong plasti putih bening berisi cairan dan onggokan2 merah seperti biji delima berwarna darah… “Alhamdulillah operasi nya sukses pak.. ini tumornya.. Ibu sudah cukup stabil. Nafas nya feedbacknya sudah positif. Mmg blm sadar. Kami akan pindahkan ke ICU” Singkat penjelasan dokter itu..

Dalam tak sadar aku bersujud di lantai berbau cairan steril itu..syukur mama selamat…mama berhasil melalui operasi pembongkaran tengkoraknya untuk mengambil tumor itu….ALLAHU AKBAR…Engkau memang Maha Penyelamat apapun…..

Yea..malam itu H-1 hari raya Idul Adha…kami bermalam diruang tunggu ICU Rumah Sakit…tenang dan sangat bersyukur…Allah memberi kesempatan hidup untuk mama untuk yang kedua kalinya….Alhamdulillah.. disinilah aku percaya keajaiban…saat Allah berkata “Terjadi, maka terjadilah…”

Esoknya kami pun sholat ied di Rumah Sakit..ini seumur-umur pengalaman pertama… semoga pertama dan yang terakhir… Pengalaman ini tak akan pernah terkubur waktu..akan tetap ada selama ragaku masih bersama nyawa..

========================

Yea, setahun penanggalan bulan sudah terlewat dan meskipun bayangan kjadian masa2 kritis mama tetap ada, yang penting kubersyukur keluargaku utuh kembali…

Maybe the people inside the memory has changed…but the memory itself remains….begitulah…. That’s why I’ll keep it deep inside my head and my heart…

f o r e v e r …

Dedicated to my beloved mother….

Warm Greetings,

Dhienz UPS^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s