Kini Kusadar, sesadar-sadarnya. . .

Standar

Sekarang kusadar sesadar-sadarnya,,

perasaan indah yang muncul itu fitrah,,datangnya tak terduga,besarnya tak terkira, kegembiraan yang datang pun tak terukur,,
namun,,begitu juga ketika semua itu tampak samar,,tak permisi,,tak pasti,,tak kenal waktu, dan tanpa kompromi dari kedua hati,,

seolah-olah mempermainkan rasa yang tadinya memang lebih nyaman hidup sendiri tanpa bunga-bunga indah berharum kasturi,,

entahlah harus percaya pada siapa? takdir? ya mungkin memang begitu, atau diriku sendiri yang dhoif ini? qtakpaham apa yang kini kualami,,

semua luluh lantak dalam hitungan menit,,semua,,tanpa terkecuali,,membuatku sedih tak berujung,,
semuanya sama,,sama-sama ingin dirinya dimengerti tapi tak mau mengerti orang lain,,semua tak berbeda,,ingin selalu menghinggapi kesendirian hati lantas terbang membumbung tak kembali,,semuanya sama,,tak merasa bahwa orang lain membutuhkannya,,selalu terganggu dengan perhatian yang merekapun tau pasti siapa yang dulu memulainya,,

apa ini??dosakah aku selama ini??kumerasa tak lagi pantas menghadap-Nya,,termaafkankah dosa-dosa laluku yang mungkin menjadi pangkal ketidak nyamanan hidupku belakangan ini….???

kini kusadar-sesadar sadarnya,,
tiba-tiba hati berbicara pada perasaan,,
“Din,, tiada mungkin mencari pasangan segagah Sulaiman bila kau tak secantik Bilqis,,
mengapa harus berharap pendamping setampan Yusuf bila kau tak seindah Zulaikha,,
tak pantas pulalah kau mengharap sosok setabah Ibrahim, bila kau tak sekuat Hajar dan Sarah,,
mengapa harus mendamba teman hidup sesempurna Rasulullah SAW, bila kau tak seistimewa Khatidjah,,”

ya,,kata hati yang terdalam memang membuatku mengerti dan sadar,, semuanya sudah ada yang mengatur,, bahkan ketika semut tersakiti jahilnya tangan manusia, semua sudah diatur lebih dulu,,jadi ketika suatu hal tak diharapkan kini terjadi padaku,,kuhanya bisa terdiam,, sungguh dhoif,, sungguh lemah,,sungguh tak berdaya tuk memperjuangkan apa yang telah kumiliki sebelumnya,,
entahlah,,mungkin karena mengerti sifatku yang terlalu rapuh,,jadi semua ini terjadi begitu saja,,kumenurut saja,,sungguh kasihan,,

banyak kesalahan kuperbuat belakangan ini,,banyak kekurangan terjadi membombardir hidupku yang biasa ini,,

GAGAL,,GAGAL,,GAGAL,, dalam banyak hal aku gagal,,impian pergi ke negeri jauh sejak dulu pun urung terjadi,,Allah telah memberi kesempatan,,tapi lagi-lagi semuanya belum terlaksana,,semuanya gagal,,gagal,,

bukan hanya itu, akupun gagal dalam memperjuangkan hal terbaik dalam hidup,,aku gagal memperjuangkan kebahagiaanku,,kesenangan hatiku,, semuanya luluh lantak tak bersisa,,tragis,,sungguh ironis,,entahlah,,apa semua hal indah itu dapat kurengkuh kembali,,

kusadar sesadar-sadarnya,,tak selamanya keberhasilan dalam berprestasi membuahkan kegembiraan,,bila boleh memilih,,ku kan lebih memilih sesuatu yang jauh membahagiakan hatiku ketimbang prestasi yang siapapun juga bisa meraihnya kapanpun dan dimanapun,,tapi kebahagiaan hati tak begitu,,hanya dengan mereka tertentu kubisa tertawa ceria seperti mentari yang setiap pagi menyinari ranah Allah yang agung ini,,

din,,semuanya tak boleh dipaksa,,semuanya tak boleh dikekang,,semuanya hanya bisa bermula dari dua sudut yang sama-sama menginginkan kata sepakat,,jangan buat orang lain sedih dengan kesedihan yang kamu punya,,jangan buat orang lain susah dengan ketiadaan senyummu yang tak lagi merekah,,jangan buat orang lain gundah dengan tuduhan-tuduhanmu yang memberatkan mereka,din,,

aku sadar-sesadar-sadarnya,, diri ini tak boleh terlalu lena,,tidak boleh mengemis belas kasihan orang,,dan yang terpenting,,diri ini tak boleh lagi banyak berangan,,tak boleh terlalu berharap pada sesuatu yang memang tak menginginkan kehadiranku lagi,,tak boleh lagi terlalu berharap,,

tunggulah din,,pada waktunya nanti semua kegundahan hatimu ini kan terjawab,,semua ketidakmengetianmu akan sesuatu kan jelas,,kau hanya bisa tuk menunggu,,Dia pasti kan memberimu yang terbaik,,bersabarlah din,,

Warmest Regards,

Dhienz UPS (“,)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s