My Late Autumn Rhapsody in Seoul, Nami Island and Busan 07 -14 November 2016)

Standar

Seterlambat apapun cerita tentang ini, pasti akhirnya akan terpublikasi juga. Kenapa? Karena saya juga manusia biasa yang kemampuan otaknya terbatas dalam menyimpan memori. I will let my Digital Diary saved anything I had from my trip to South Korea last November…Let’s begin..

Bismillahirrohmaanirrohim, itu kata-kata yang pertama kali saya ucapkan sejak meninggalkan Kos tercinta di senja hari ba’da Maghrib tanggal 7 November 2016. Pesawat saya akan lepas landas menuju Seoul tepat pukul 23.35 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saya bersama seorang sahabat saya yang juga bekerja di Kementerian yang sama akhirnya berhasil mewujudkan rencana yang sudah sekitar 6 bulan lalu disusun. Kami kebetulan adalah tipikal traveler yang suka detail terhadap rencana yang dibuat. Jadi sebelum dieksekusi, kami menggodoknya hingga menjadi rencana terbaik yang kami punya, kenapa? kami hanya ingin meminimalisir resiko.. misalnya salah lokasi, kehabisan uang, atau yang paling parah adalah tidak dapat penginapan. Itu saja. Kami bukan orang kaya yang mana untuk bepergian kali ini kami sungguh telah merogoh dalam tabungan kami selama ini. Well, uang bisa dicari lagi, tapi kesempatan dan pengalaman itu PRICELESS, tak bisa dihargai dengan uang dollar sekalipun.. karena memang tak ternilai 😉 (semoga kalian sependapat ya… (Note:Tiket, Visa, dan Hotel kami sudah pesan jauh2 hari)

Feel free to feel the vibe ❤

Day 1 (Incheon-Seoul)

Jadi setelah claimed baggage saya langsung mencari konter tempat menukarkan tiket KTX yang sudah dibeli via website. Buat apa KTX? Ya, saya memasukkan Busan menjadi salah satu kota tujuan kami kali ini, maka untuk mempercepat jarak, kami mengambil pilihan menaiki KTX nantinya menuju Busan. Waktu normal 5 jam dengan bus/mobil terpangkas menjadi 3 jam saja menggunakan KTX. Lokasi konternya ada diantara Exit Gate 8 dan 9 Bandara Internasional Incheon.

20161108_095717Setelah itu kami membeli T-Money (semacam dompet digital berbentuk kartu yang nantinya akan kami gunakan untuk membayar berbagai jenis sarana transportasi selama kami berada di Korea seperti; subway, bus ataupun taxi). Harga T-Money sendiri 4000 KRW, kamu bisa Top-Up sesuai kebutuhan. Kalau saya kemarin Top-Up pertama sebesar 25000 KRW. Ini dia penampakan T-Money saya 🙂

Kemudian saya menuju konter penjualan Tiket Bus di dekat Exit 6. Harganya 10,000 KRW, kami membeli untuk jurusan Hongik University/Hongdae (Bus No.6002)

20161108_102054

Perjalanan menggunakan bus memakan waktu kurang lebih 1 jam.. dan well, kami sempet keblablasan karena lupa memencet “Bell” tanda turun (tau lah kalo kebiasaan naik angkot cuman ngetok atep angkot ato kaca pake koin kalo udah tinggal 5 meter sebelum tempat turun.. hhh *katrok..haha) dan akhirnya kami turun di Hapjeong Bus Stop bukan di Hongik Bus Stop .. Hyaelaa.. haha.. dan daripada bingung kami langsung menyetop taxi untuk mengantarkan kami ke hostel kami yang pertama, yaitu Mamas & Papas Guesthouse di kawasan Universitas Hongik.

Kami hanya sejenak meletakkan barang dan mandi sebentar sebelum akhirnya harus segera keluar lagi ke Deoksu Palace dan bertemu dengan sahabat Korea saya, Kwon Jooryum Eonni di daerah Cheongdamdong. Menuju Deoksu-gung kamu bisa menggunakan subway Line 1 turun di City Hall Station dan keluar melalui Exit 2. Langsung jalan kira-kira 20m kamu akan menemukan pintu utamanya. Pengunjung diharuskan untuk membeli tiket masuk seharga 1000KRW saja. Selain pemandangannya yang indah dengan daun-daun yang mulai berubah warna, yang paling ditunggu adalah Palace Guard-Changing Guard.

C360_2016-11-08-14-55-32-506

 

C360_2016-11-08-14-58-00-411

Setelah puas berkeliling, kami menuju lokasi selanjutnya. Saya janjian dengan Jooryum Eonni pukul 17.00 waktu setempat dan dia terlambat 15 menit karena perjalanan dari kantor menuju tempat kami janjian macet. Kami bertemu di National Museum of Modern and Contemporary Arts (NMMCA). Pukul 17.15 Eonni datang dan langsung mengajak kami berkeliling lokasi Museum yang dulu pernah digunakan sebagai salah satu lokasi syuting Running Man (Korean Hillarious Reality Show).

Pukul 18.00 Eonni harus kembali ke Kantor jadi kami berpisah dan berniat strolling around kawasan tersebut yang ternyata daerah Cheongdamdong. Cuaca malam itu sungguh dingin, mungkin mencapai -3 derajat celcius..dan anginnya…wuuzzzz.. saya lupa pakai Long John.. yakin ntar sampe hostel pasti sekujur paha kebawah merah-merah ini T.T, SO, Untuk menghangatkan badan, kami mencari makan malam di salah satu kedai yang sudah jadi langganan teman saya dan akhirnya kami makan Cheez Ramyeon Topokki

20161108_182312

Day 2

Kami sudah bersiap-siap meringkas koper karena akan berpindah ke guest house di daerah Hapjeong. Kami sudah check-out sejak pagi tapi kami menitipkan barang-barang kami di guesthoues yang pertama. Tujuan pagi ini adalah Ewha Women University ( Subway Line 2, Ewha Station Exit 2) dan Sungkyungkwan University (Line 4 Hyehwa Station Exit 2), kenapa kesini? Karena 2 universitas ini punya daun daun musim gugur terindah di Seoul, kaya gini

Kami makan siang disekitar Sungkungkwan University, ada warung Korea murah yang sesuai budget kami tentunya. Saya memesan Sundubu Jjigae (Sup Tahu Seafood) seharga 4500 won, sedangkan teman saya memesan Kimbap Tuna

Kenyang dengan makan siang kemudian kami kembali ke Guest House untuk mengambil Luggage dan menyetop taxi untuk mengantar kami ke Four Season House. Setelah sejenak beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju iconic landmark nya Seoul, apalagi kalo bukan Namsan Tower/Seoul Tower ( Chungmuro St. Exit 2, nunggu di Depan Daehan Cinema ada Shunhwan Shuttle Bus No.2 yang punya tujuan akhir Seoul Tower. Disini pas akhir musim gugur ini udah dingin banget menurut saya sebagai orang Indonesia jadi jangan pernah ninggal winter coat kamu ya! sarung tangan dan scraft juga.

Day 3 (Gapyeong, Nami Island)

Kalian butuh seharian banget kalo pengen ke Nami Island. Jadi sejak mau berangkat harus berangkat pagi-pagi sekali. Kami Cheongyangni Station (30mnts from Seoul Station) and Buying ITX Saemaeul to Gapyeong seharga 4000 won.

20161110_080929

 

Nami Island populer sejak digunakan shooting drama Korea terkenal “Winter Sonata”. Pulau ini cocok dikunjungi saat musim apapun. Saat sampai di Stasiun Gapyeong, tepat di depan stasiun ada Halte Hop On-Off Bus yang akan mengantarkan kalian ke beberapa destinasi wisata seperti Nami Island, Petit France, dll ada sekitar 7 lokasi yang bisa kalian kunjungi. Karena waktu yang terbatas, saya memutuskan untuk mengunjungi Nami Island dan Petit France. Tiket On-Off Bus ini bisa dibeli langsung dilokasi seharga 8000 won.

 Setelah puas foto2 dan muter2 Nami, hampir pukul 12 siang kami berpindah ke lokasi lain; Petit France. Lokasi ini dikenal juga dengan sebutan Little France in Korea karena bangunan-bangunannya bergaya Eropa mirip seperti di negara Perancis jaman2 Raja Louis (Kaya tahu aja din?! hehee). Lokasi ini makin beken setelah digunakan shooting oleh Running Man dan beberapa drama korea lain seperti dramanya Jun Ji Hyun ❤ Kim Soo Hyun (The Man from The Star), Secret Garden ( Hyun Bin ❤ Ha Ji Won), Beethoven Virus dll.. aakh.. puas 😀

Waktu sudah menunjukkan pukul 4. Saatnya kami kembali ke Stasiun Gapyeong untuk pulang ke Seoul. Dijalan hujan sangaat deras. Disitu saya merasa sangat bersyukur karena misi saya ke Nami Island saya lakukan di pagi hari. Mana bisa saya guling-guling mainan daun di lantai kalau hujan deras begitu. Terima kasih ya Allah. Alhamdulillah Engkau memberi kami waktu berkunjung yang baik ❤

Day 4 (BUSAN)

Seperti yang saya sampaikan di awal. Saya tidak mau kehilangan waktu berkunjung saya dengan percuma selama saya berada di Korea. Saya dan travelmate saya memutuskan untuk mengunjungi Busan. 1 Day Trip to Busan. Ya, ini mungkin dengan menggunakan KTX sebagai sarana transportasinya. Meskipun harganya mahal. Kapan lagi saya bisa ke Kota Favorit saya ini kan?! Saya keluar dari guest house sekitar pukul 5 pagi (haqqul yakien orang-orang Korea masih pada molor, hehe). Saya mengejar KTX pukul 06.25am  (Sebagai traveler jangan pernah salah mempertimbangkan waktu tempuh kalian menuju stasiun ya! ini sangat penting).

Kenapa ke Busan? Hmm.. bisa dibilang saya lebih naksir Busan dibanding kota manapun di Korea. Sudah sejak lama saya bahkan pengen lanjut S2 di Pusan National University (Universitas kebanggaan warga Kota Metropolitan Busan). Saya suka satoori nya, dekat laut, dan Gong Yoo #laah hahaha (Syndrome film Train to Busan). Saya mengunjungi Yonggung Sa/ Yonggung Temple, Gamcheon Cultural Village, dan Gwangali Beach. Sudah sudah din… gambarnya mana?!! Haha.. sabar kakaak

Yonggung Sa tempel (Line 2 Haeundae Station Exit 7 then Walk to the bus stop and take 181 Bus to Yonggung Sa abot 20mnts), kuil ini indah banget karena letaknya di BIBIR sebuah pantai. Nyaman asli waktu berkunjung ke sini. Sepanjang jalan menuju Kuil ini banyak penjual Seafood karena Busan sendiri terkenal sebagai daerah penghasil seafood terbaik di Korea. Lha iya lah,,, deket laut! hehe

Puas dengan Yonggungsa kami menuju tempat janjian dengan teman Koreanya Via di Gamcheon Cultural Village. Kita ambil Subway menuju Toseong Station Exit 2, jalan lurus kemudian belok kanan sampai menemukan Pusan National University Building Cancer Center, dekat situ ada Halte Bus. Ambil Bus kecil No 1-1 atau 2-2 jurusan Gamcheon Cultural Village and sampai deh! Kampung ini dulunya daerah slum padat penduduk, tapi pemerintah Korea pinter, kampung ini dijadikan daerah wisata dengan cara mengecat tembok2 rumah penduduk dengan warna-warni pastel. INDAH!

C360_2016-11-11-14-55-10-198

Setelah itu kami bertemu dengan teman Korea yang fasih berbahasa Indonesia, kami dijemput dengan mobil dan diajak berkeliling melewati Gwangan Bridge dan Gwangali Beach yang punya lampu indah di malam hari. Muka lecek udah kaya kompor meleduk tapi tetep happy <3.. malam pukul 19.30 kami kembali ke Seoul menggunakan KTX. Sampa guest house hampir tengah malam.

Day 5 and 6 (Seoul)

Suka tidak suka capek tidak capek tiap pagi kami harus bangun jam 4 atau 5 pagi untuk mandi di cuaca minus dan bersiap ke lokasi tujuan selanjutnya. Kenapa? Lha iya kami ga mau waktu terbuang percuma buat bobo di guest house, hehee.. Hari ke 5 kami berencana untuk mengunjungi Cheonggyecheon Stream, Bukcheon Hanok Village, Myeongdong, Insadong, dan tentunya Gyeongbuk Palace!

 

Day 7 (Kami kembali ke tanah air)

Dengan segala kerendahan hati dan ucap syukur saya untuk Allah SWT. Akhirnya perjalanan singkat saya ke Korea selesai dengan baik, indah dan penuh memori. Saya sangat ingin kembali ke sini bersama keluarga kecil saya kelak dengan ridho dan izin Allah. Aamiin3x yra. Thanks to Kirin-Na~~, My Purp and Backpack plus my Travel Mate Via yang setia menemani. You all Jjang!! Sarangheyo~~

 

 

 

 

Iklan

Cara Membuat Visa Korea

Standar

Annyeong Haseyo! ^_^

I’ve never been this excited before. Well, finally I do re-write about something that I really adore the most, Korea.. yea South Korea. 나의사랑하는대한민국 (*baca: Naye saranghaneun Daehan Minguk) ❤ Hehe…

Saya punya kisah perjalanan cinta panjang dengan negara beribu kota Seoul ini. Bisa digambarkan seperti 16 tahun cinta dalam diam! Lhoh, kok begitu? Yah.. pendeknya, saya sudah lama ingin mengunjunginya. Tapi runutan waktu, kesempatan, dan juga rezeki yang belum kunjung match selalu menggagalkan impian lama saya ini .Tapi akhirnya Allah kabulkan do’a saya. It just like a dream comes true for me! Too good to be true! heeee.. I cannot wait anymore to share it with you guys.. Nah, sebelum saya cerita detail tentang perjalanan saya yang romant*** (preeet) haha, saya akan membagi pengalaman saya saat saya apply Visa Korea sebagai PRASARAT UTAMA sebelum menginjakan kaki di Korea.

Tapi sebelum saya detail menjelaskan langkah-langkahnya, kita harus samakan niat dulu, postingan ini saya buat untuk kalian yang akan melakukan trip dengan teman-teman/sendiri tanpa menggunakan travel agent. Jadi semuanya kalian siapkan sendiri, termasuk membuat visa Korea ini. Jika kalian akan pergi ke Korea dengan travel agent, pasrahkan saja sama mereka, cuman ya..biaya nya pasti kena lebih mahal. Well, sudah ya preambule nya.. Ini Step-stepnya:

A. Jenis : Visa Tourist (SINGLE)

Ada beberapa jenis visa yang bisa di apply, visa kunjungan wisata ( tourist visa) , visa bisnis, visa pelatihan, visa pelajar, visa menetap dll. Ini saya share tentang VISA KUNJUNGAN WISATA ya.

B. Dokumen yang Diperlukan

  1. Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
  2. Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto). Form aplikasi bisa di download disini.
  3. Kartu Keluarga atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan.
  4. Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja
  5. Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah
  6. Fotokopi Bukti Keuangan:
    1. Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
    2. Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
    3. Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank
    4. Surat keterangan dan copy kartu membership golf
    5. Surat keterangan dan copy kartu membership hotel bintang 5
    6. Surat keterangan pemegang program jamsostek
    7. Slip gaji atau bukti tunjangan pensiun
      ** Untuk tipe visa C-3 Multiple silahkan untuk melihat persyaratan Multiple Visa
      ** Jika berstatus mahasiswa harus melampirkan surat keterangan mahasiswa dan bukti keuangan orang tua
      ** Ibu rumah tangga dan yang masih belum memiliki pekerjaan/penghasilan harus melampirkan bukti keuangan suami atau keluarga
      ** Bagi pengusaha yang ingin mengajak serta asisten rumah tangga, harus melampirkan surat sponsor dari Employernya (surat keterangan kerja, kartu keluarga, bukti keuangan tidak perlu dilampirkan).
      Persyaratan di atas, berlaku sampai saya memasukkan aplikasi tanggal 6 Oktober 2016. Syarat masih seperti itu. Dokumen keuangan pun boleh memilih, tapi saat itu, mbak penjaga loket menyarankan saya kalau punya semua dokumen keuangannya lebih baik disertakan semuanya.. Waduh.. yang bener aja, membership golf?? hotel bintang 5?? mana saya punya mbak.. member Indoma*et nah saya baru bisa banget nujukkin 😛 hehe..

UPDATED per 24 OKTOBER 2016

 * Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21)
* Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank 

Nah..kedua bukti keuangan itu WAJIB disertain (saya mah kemarin ngga pake SPT PPH-21) #Selameeet #fiuuh . Ohya, sebagai informasi, buat kamu yang akan ngeprint rekening koran dari internet banking, saran saya urungkan niatmu nak.. karena mereka tetap meminta rekening koran resmi dari bank. Jadi biar ngga kaya saya, yang gara2 saya baca refrensi dari blog lain bisa pake ngeprint dari I-Banking, eh taunya mereka ngga nerima, jd sempet pake drama muterin jalan Gatot Subroto nyari BNI terdekat . Yassalaam sabaar.. demi…demiii #hayatilelahbaang 😦

C. Lokasi dan Jam Operasional

Lokasi : Consular Section Kedutaan Korea Selatan, tempatnya sebelah Kedutaan Korea Selatan yang beralamat di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta Selatan 12950 (lokasinya bisa dilihat disini ). Sampingan banget juga sama RS. Medistra, tepat di sebelah kanan RS. Medistra.

Tempat Apply Visa disebelah kantor Kedubes Korsel Percis

Kalau kamu berdiri di depan Kedubes Korsel, tengoklah ke kanan, liat Pohon Bambu itu baik-baik…pintu masuk pengurusan Visa Korea disitu, hehe

Consular Section, Embassy of South Korea

Setelah masuk, jika kamu menemukan bangunan ini, kamu sudah ada ditempat yang tepat. Horray!

  • Pengajuan Aplikasi Visa : 09.00~11.30
  • Pengambilan Visa : 13.30~16.30
  • Lama Proses Pembuatan Visa : Minimal 4 Hari Kerja, dihitung satu hari setelah hari penyerahan dokumen ( Proses bisa lebih dari 4 hari kerja jika dokumen dianggap belum lengkap dan interview jika dibutuhkan)
  • Selama Proses Pembuatan Visa, Paspor tidak boleh dipinjam
  • Jam Buka Operasional

D. Biaya Pembuatan Visa

Tarif per Oktober 2016

Updated per 11 Oktober 2016 😀

E. Step by Step (Proses Pengajuan)

  1. Ajukan 1 bulan sebelum perjalananmu teman. Biar engga keburu-buru.
  2. Isi aplikasinya dengan lengkap.
  3. Tips utama adalah datanglah lebih awal. Kenapa? Karena yang mau ke Korea tu banyak!! seriyees lho ini.. hehe. Saya sampai lokasi pukul 08.15 WIB, jadi setelah melewati pemeriksaan keamanan, langsung menuju petugas di meja yang akan memberikan nomer antrian dan kemudian silahkan tunggu sampai nomor antrian kalian dipanggil. Tenang saja, antara travel agent dan juga pengurusan perorangan loketnya beda kok.. hehehh.. ngga kebayang kalo harus ngantri sama travel agent yang sekali masukin aplikasi bisa SEKARUNG! I’m not kidding. I witnessed it with my bare eyes! 😀 . Hingga pukul 08.45WIB ternyata loket sudah mulai beroperasi. Saran saya, tolong isi formulir aplikasi dari rumah, untuk efisiensi waktu. Ini penampakan tiket antriannya. Udah nomer 14 aja padahal udh pagi2. Hehe.Tiket AntrianConter untuk perseorangan ada 3, untuk grup ada 1 counter dan dua di gambar bawah ini khusus untuk meng assist orang Korea yang membutuhkan bantuan pengurusan dokumen kekonsuleran seperti izin tinggal di Indonesia dll. Loket Visa Korea
  4.  pukul 9.30 nomor saya sudah dipanggil. Saya menyerahkan semua dokumen pendukung dan paspor asli tentunya. paspor lama saya yang kadaluarsa pun ditanyakan. Dan ya kaya yang tadi saya bilang, ada drama petugasnya minta rekening koran bank saya langsung, nggak mau  dari internet banking, jd saya terpaksa memasukkan aplikasi milik teman saya dulu sebelum akhirnya saya ke bank dan kembali mengambil nomer antrian…. so saad harus nunggu lagiii T.T
  5. Setelah semuanya dicek oleh petugas, kamu akan diberikan diberi tahu berapa biaya yang harus kamu bayar, mereka hanya menerima UANG TUNAI. Jadi siapkan uang Cash ya.. nota-visa-korea
  6. Saya kemudian pulang dan yang kembali lagi kesana pada tanggal 11 sesuai yang tertera di nota adalah teman saya, karena saya ada tugas di luar kota. Sebelum mengambil visamu, ada baiknya ngecek dulu status visamu udah di approve atau belum, kamu bisa cek status visamu secara online di halaman visa.go.kr > Check Application Status > Check Application Status & Print. masukan nama belakang baru namamu, Misal First Name: Nara Ayu, Last Name: Kirana maka yang kamu gunakan sebagai keyword adalah susunan C-A-B : Jadi Kirana Nara Ayu. Saya menunggu sejak pukul 10 pagi di tanggal 11, tapi belum ada keterangan approved/rejected… baru dijam 13.00 akhirnya penantian saya berakhir manis.. It’s Approved! Alhamdulillah~~ jadi saya langsung ngabarin temen saya buat ngambil visa Korea kami. Temennya boleh mengambilkan kok, asal bawa bukti nota tersebut. Enak kan… And…… Taraaaaaaaaa…….. halaman pertama e-passport baru saya ditangkringin Visa Korea dengan syantiknya.. #sukaaaak ❤visa-korea-contohkuSaya mengucapkan terima kasih buat seluruh pihak yang turut mendoakan sehingga semua proses ini lancar *ciyumsatusatu :*
  7. Sebelum pulang periksa lagi nama, tanggal lahir, nomer paspor dan tanggal maksimal boleh memasuki Korsel yak.
  8. Well checked? silahkan pulang dan siapkan perjalananmu dengan sebaik-baiknya! Mudah dan biaya ngga mahal kalo dibandingin dibantu ngurus sama calo.

한국에 오신 것을 환영합니다!!!

(*Welcome to Korea!!!)

Well, that’s all for today. Semoga artikelnya bermanfaat ya.

Warmest Regards,

Dhienz UPS ^^

 

Menghargai Impian

Standar

Kamu tahu, Mimpi dan Impian itu berbeda…

Mimpi mempunyai arti , angan-angan ataupun keinginan. (KBBI). Orang yang bermimpi punya keinginan, tapi tak tahu atau mungkin belum terpikir untuk mencari jalan bagaimana mewujudkan mimpinya itu.

Impian berasal dari kata dasar ‘IMPI’  yang mempunyai arti mengidam-idamkan, sangat menginginkan dan mengharapkan, dan cita-cita (KBBI). Tapi orang yang punya impian tahu, langkah-langkah apa yang harus ia tempuh untuk mencapai impiannya.

Very clear explaination ya..

Kamu tahu mengapa impian itu penting? Karena ia akan menuntun kita kepada suatu hal yang sangat kita dambakan.

Kamu tahu, kenapa terkadang orang keras kepala ingin mewujudkan impiannya? Karena dia sadar, hidup di dunia itu sangat singkat, dan dia tahu dia berpacu dengan waktu.

Kamu tahu bagaimana saat impian itu berhasil dicapai? Senyum tanpa alasanmu akan merekah, bebanmu akan lenyap dan setiap langkahmu dipenuhi kebahagiaan.

Tapi pernahkah kamu bertemu mereka yang tak mengerti tentang impianmu? yang selalu meremehkan bahkan memandang sebelah mata? Jika iya, biarkanlah. Mungkin mereka iri atau tidak mengerti. Mungkin mereka simpati, tapi salah berekspresi.

Tapi pernah jugakah kamu bertemu mereka yang mendukung impianmu? yang selalu mendoakan tiap langkah yang kau tempuh untuk segera mewujudkan impian-impianmu itu? Jika iya, peluklah erat mereka. Doa mereka adalah tunggangan terbaik yang doanya akan segera sampai di telinga-Nya di Arsy sana.

Hargailah impian orang lain, karena kita tak akan pernah tahu penyebab dia memiliki impian seperti itu. Karena kita tak pernah tahu seberapa besar impact yang akan merubah hidupnya kelak dengan impiannya itu. Karena kita tak pernah tahu sebelum kita saling berbagi tahu.

Impian itu akan sempurna jalannya, jika kita saling memahami dan berbagi impian terbaik. Untuk meraih impian-impian itu, jangan lupa untuk berkomunikasi dengan orang-orang terdekatmu. Mintalah saran dan pendapat mereka, mungkin kamu akan mendapat gagasan terbaik dari hasil komunikasimu itu.

Good Luck, ! See you on TOP!

dreamcatcher

Warmest Greetings,

Dhienz UPS^^

Pemakluman Akan Selalu Ada Untuk Niatan Mempersatukan

Standar

Kita sadar betul semua hal di dunia ini tak akan mungkin selalu sama. Tak akan mungkin seiring sejalan. Banyak hal yang tentunya butuh keselarasan, butuh penyesuaian dan tentunya pengorbanan.

Ada banyak hal yang kemudian harus didiskusikan sebelum terlalu jauh menjalani sebuah rasa. Tujuan baik tentunya akan memudahkan kedua belah pihak. Tujuan jelas mengapa rasa itu harus dikenali, dipahami, dan mulai dalam dirasakan akan menjadi titik mula mengapa semuanya perlu dipastikan. Seperti banyak kata-kata bijak yang berseliweran membahas hal itu. Jodoh. Ya, bukan tentang siapa yang kenal lebih lama. Bukan tentang siapa yang bersama lebih lama. Namun tentang siapa yang singgah dan berkomitmen untuk tidak akan pergi. Itu yang pasti.

Kita yang belum berpengalaman mungkin akan bimbang. Bagaimana menghadapi sesuatu yang masih diambang hayal. Maaf. Bukan hayal. Namun kenyataan yang masih tertunda. Niat baik itu utama dan yakin menurut saya satu-satunya kunci untuk membuat sebuah langkah pertama sebagai awal mula segalanya.

Pemakluman pun dibutuhkan. Mengenai jarak yang sedang memisahkan. Mengenai cita-cita yang harus saling dibagi. Mengenai suku yang belum bisa diadaptasi dengan mudah. Mengenai keluarga yang memiliki kriteria khusus sebelum menjadikan orang lain bagian dari keluarganya dan mengenai rasa yang terkadang sulit jika dipaksakan.

Pengertian dan usaha untuk saling memahami diperlukan disini. Dapatkah masing-masing pihak saling berdamai dengan egoisme sendiri. Dapatkah masing-masing pihak menyadari bahwa egoisme tak akan pernah membawa kalian berdua kemana-mana. Semua akan tersangkut di satu titik. Karena kalian belum saling ridho untuk mengalah satu sama lain. Saya yakin dan percaya semua itu bisa dibicarakan baik-baik. Itulah kenapa kalian membutuhkan banyak komunikasi.

Komunikasi menjadi hal penting untuk mendamaikan egoisme diri. Banyaklah saling bertutur. Bukan tentang dia, bukan tentang mereka. Tapi tentang kalian berdua. Kalian yang punya rencana melayari samudra kehidupan kelak bersama. Yang kini sedang bimbang apakah telah benar dalam menentukan pilihan.

Itulah mengapa di awal saya menyebut-nyebut dua hal: Yakin pada keputusan yang akan diambil dan niatan baik yang akan membimbing terus melaju ke titik yang di mau. Dengan dua hal itu, inshaallah semua akan mudah dan indah. Karena pemakluman yang terjadi akan selalu ada untuk niat baik mempersatukan. Sehingga keduanya pun akan didekatkan . Inshaallah 🙂

Warmest Greeting,

Dhienz UPS ^^

****************************************

*Postingan ini dipublikasikan karena pendapat beberapa rekan yang menyatakan bahwa tulisan ini layak buat dibaca banyak pihak. Semoga bermanfaat dan enggak bikin baper 😛

Sugeng Tanggep Warso, Bosse :”)

Standar

1

Hari itu hari pertama masuk kuliah. Aku cemas, tak tahu harus mengatasi rasa canggung nanti bagaimana. Seperti kebanyakan orang. Aku sebenarnya pendiam di saat baru berkenalan dengan orang lain. Selepasnya, waktu yang akan membuka tabir, aku bisa dekat atau tidak dengan orang asing tersebut. #TSAAH

Seingatku, saat itu memang tidak ada teman dari sekolahku yang sama. Kalaupun aku salah, dan ternyata ada teman dari sekolah/SMA yang sama, aku tak tahu. Kampusku memang kampus favorit disana dan 10 besar terbaik di Indonesia, tak jarang kami berbangga dengan itu karena kami diterima dengan fair dan hasil bersaing dengan puluhan ribu calon mahasiswa di SNPTN  dari seluruh Indonesia dengan predikat Akreditasi A untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris yang kami pilih . Tapi kami tidak begitu bangga dengan bangunan kampus kami. Kampus Sastra yang lebih mirip pendopo kadipaten yang ada di kebanyakan daerah di Jawa Tengah. Tua, rimbun dengan pohon yang daunnya berguguran disapu dengan tidak bersih dan agak spooky. Itu kesan pertamaku. Yang nantinya tak tahu bahwa itu semua merubah masa depanku :”)

Seperti yang tadi kubilang, kenapa mirip pendopo kadipaten? karena ada Joglo cukup besar di dekat tempat parkir. Joglo ini terbuka. Door-less, sepertinya memang dibangun untuk tempat para mahasiswa berkumpul berdiskusi atau sekedar menunggu jam kuliah datang. Aku tak akan terlambat di hari pertama. Aku datang awal dan jelas kebingungan. Setelah melihat jadwal hari ini diminta untuk mendaftar ulang kembali ke TU dan perpustakaan sebelum orientasi dimulai, aku cepat-cepat menyelesaikan 1st mission tersebut. Dan… aku tak tahu lagi mau duduk dimana hingga Joglo lah jadi satu-satunya pilihan. Well.. mungkin aku akan bertemu teman atau mungkin calon pacar disana 😛 haha #canda .

Mahasiswa lama dan baru mulai berdatangan. Sebentar lagi kelas umum dimulai. Aku mulai memasukkan semua dokumen ke dalam map beningku sampai tak dengar ada yang memanggilku dari samping.. “mbak….” dia memanggil sambil memegang pundakku (ini sapaan wajar di Jawa Tengah untuk orang yang baru bertemu, tapi setelah kenal lama, kami saling panggil nama).  Kumenoleh kearahnya dan dia tersenyum. Mungkin ini teman baruku. Dia tergolong cewek santai, terlihat dari cara berpakaiannya. Hem panjang senada dengan kerudung, plus celana jeans biru yang jadi seragam wajib mahasiswa kala itu. Kami bertukar info, dan ajaib. Kami langsung akrab. Sampai akhirnya kuliah umum akan dimulai. Dan sebelum berpisah, aku lupa menanyakan namanya. Kutarik pelan tas slempangnya. “Namamu siapa mbak?”. dan lirih dia menjawab, “Stevie”.

Well, kami duduk memang tidak bersebelahan di kelas besar itu. Stevie anak yang supel dan mungkin sudah punya banyak teman. Aku duduk bersama Ice. Teman lain yang kutemukan saat daftar ulang di GSG Imam Bardjo lalu. Diruangan itu aku mulai kenal banyak teman baru. Tapi belum ada yang seramah atau pun se supel Stevie. Hingga akhirnya kuliah umum itu selesai. Mahasiswa baru berhamburan keluar.

Aku lihat Stevie dikerumuni banyak anak yang sepertinya mahasiswa baru juga. Seperti dugaanku, dia pasti banyak disukai orang. Tak heran cepat akrab dengan siapapun. Aku dan Ice menuju Joglo tempat Stevie berada. Dan disana dia banyak mengobrol apapun dengan anak lain. Termasuk pengalamannya bisa lolos SNPTN dll. Aku hanya memperhatikan sambil meneguk botol airku. Tak lama kerumunan mulai bubar. Stevie pun perlahan mulai meninggalkan Joglo. Semua mahasiswa baru sepakat untuk berkumpul di Joglo esok hari saat masa orientasi tiba. Biar satu rasa katanya.

Kelas kami nanti dibagi menjadi 3. Satu angkatan ada 101 orang dan aku ada di kelas B sedang Ice di kelas C. Stevie ada di kelas mana ya? aku mencari namanya. Namun tak ada. Kok bisa? kemudian tepat sebelum Stevie jauh aku bertanya pada anak lain yang masih di Joglo. “kamu kelas apa? Aku Dini. Kelas B”, Sambil menunjuk namaku di daftar list nama mahasiswa baru. “Aku kelas C”. “Oh.. kamu tahu Stevie kelas apa?” tanyaku. “Stevie? Stevie yang mana??” teman baruku itu nampak bingung. Aku menunjukkan telunjukku ke arah Stevie yang sedang berdiri di depan koperasi. “Stevie!” bahkan aku memanggilnya lantang. Temanku tertawa. terbahak keras dan berlari ke arah Stevie. Tampak dari jauh dia menarik tas Stevie menuju ke arahku yang tampak bingung.

“Stevie, nih dicari Dini!!”, teman baruku tadi menarik berdiri Stevie di depanku percis. Aku tersenyum kikuk. “Hehe, hi Stev. Cuman mau nanya, kamu kelas apa?” Seketika aku nyebut nama Stevie seketika itu juga Stevie yang sedang bawa botol minum hampir tersedak dan kemudian terbahak. Diikuti teman baruku yang juga ngakak gak jelas kaya abis liat stand up comedy live dengan banyolan yang luar biasa lucu. Aku tampak bingung dan berasa bego. Dimana lucunya? pikirku.

“Din..din.. kamu ko mau dikibulin sm si tukang kibul ini?!! Stevie apa coba? Ngaku Stevie namanya?Stevie Wonder kalee !” sambil menarik gemas tas slempang Stevie. Stevie masih belum berhenti tertawa terbahak. “Sek..sek.. din, jadi kamu percaya namaku Stevie”, tanyanya sambil menahan tawa yang hampir pecah. Dan kujawab, pertanyaannya. “Iya. Masa aku dikerjain?”. “HWAHAHAHA…Sorri..sorri din. Aku bercanda. Sorri”, dia minta maaf. Dan aku bingung. Ada ya orang bohong dipertemuan pertamanya dengan orang lain? Haha. Ada. Dan itu dia. Stevie. Ups.. namanya bukan Stevie!

Yap, seperti itulah kenangan yang kupunya tentang Stevie (bukan nama sebenarnya) yang kemudian kami panggil dengan sebutan Bosse. Dia ternyata ada di Kelas C bersama Nyit2 and Ice. Sedang aku di kelas B bersama Hana dan Fanny. Then, the mentioned names before became my best friends during the college phase and up to NOW :”) .

IMG_0425

Kami berenam memang terdiri dari berbagai karakter yang berbeda. Tapi itu membuat kami saling melengkapi #ciyeee dan kami jadi sering pergi bersama. Ke kantin, ke mall, bahkan mungkin buka puasa bergantian di rumah masing-masing. Tanggal lahir kami pun mirip. Angka 23 adalah angka kami. Ice 23 Februari, Nyit2 13 Juni, Fanny 23 Agustus, Aku 23 September, Hana 21 November dan si Bosse 25 April. Itulah yang menjadikan kami sahabat selama ini.

Kenapa saya menulis ini ditanggal 25 April? karena ini hari spesial Bosse.

Sugeng Tanggap Warso Bosse. Mugi diparingi kewarasan lan kathah rezeki sekaliyan 🙂 (Selamat Ulang Tahun Bosse. Semoga selalu diberi kesehatan dan banyak rezeki.red)

Kalau boleh bilang, kami kangen sekali sama kamu Bos. Kapan kita bisa ketemu lagi ya? terakhir kali rasanya sudah 2-3 tahun yang lalu. Kau pun kini sulit dihubungi tidak seperti yang lainnya yang hingga kini masih suka ngobrol di grup WA. Kami pun tak tahu kenapa ?

 

Warmest Regards,

Dhienz UPS^^

Mudahnya Mengurus Visa China Sendiri

Standar

Hi travelers!

Untuk kamu yang ada keinginan segera menginjakkan kaki ke Negeri Tirai Bambu/China, tentunya kamu memerlukan visa sebagai dokumen penting. Gimana sih,cara mengurusnya? Disini saya akan berbagi dengan kalian ya. Semoga bermanfaat.

Tanggal 11 April 2016 rencananya saya dan kedua rekan saya akan pergi tugas ke Guangzhou, China. Dua diantara kami menggunakan  blue passport (Service passport/paspor dinas) dan 1 menggunakan paspor hijau (ordinary passport). Untuk yang akan bepergian dengan blue passport itu adalah paspor sakti, kenapa? karena kita tidak perlu mengurus visa. Sudah ada dalam perjanjian antar negara terkait hal tersebut. Tapi percaya sama saya, ngurus izin berangkatnya lebih sulit karena harus izin ke Setneg dan Kemlu dulu.

Nah, untuk para traveler yang menggunakan ordinary passport, ini hal-hal yang harus kamu perhatikan dan syarat apa saja yang harus kamu siapkan untuk mengurus visa China.

A. Lokasi.

Pemerintah China tidak lagi melayani permohonan visa melalui kedutaan besar China di Jakarta, Indonesia. Dia menunjuk pihak ketiga yang kemudian disebut “Chinese Visa Application Service Center (CVASC)”. Alamatnya ada di

The East (East Building), Unit 6, Lantai 2Jl. Dr.Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2 No.1, Jakarta Selatan 12950, Indonesia

Dimanakah The East? Patokannya Lingkar Mega Kuningan. Nah The East ada di sekitar Mega Kuningan Barat. Transport termudah selain menggunakan mobil/motor pribadi? tentu Go-Jek, para babang siap mengantarkan langsung dengan motornya ke depan Gedung East dan murah (12K aja dari Medan Merdeka Barat). Untuk yang memilih naik angkutan kota, patokannya Mall Ambassador ya, nyebrang aja kemudian jalan kaki kurang lebih 10 menit nanti langsung sampe The East.

Jam Buka CAVSC ini setiap hari Senin-Jum’at Pukul 09.00-15.00 WIB, tapi untuk pengambilan paspor dilayani Senin-Jum’at pukul 09.00-16.00 WIB

Pintu Masuk CVASC

B. Persyaratan

  1. Note: Pengajuan visa China ini bisa diwakilkan. Jika kamu tidak bisa hadir, mintalah bantuan orang lain.  Kamu cukup tanda tangan di halaman terakhir formulir saja. Foto kopi KTP orang yang membantu membantu mengurus disertakan ya.
  2. Paspor yang masa berlakunya masih minimal 6 bulan. Foto kopilah paspor halaman muka dan halaman belakang yang ada alamat pemilik paspor 1x aja.
  3. Isi formulir aplikasi. Formulir aplikasi dapat di download di sini . Isi dengan baik dan benar sesuai dengan itinerary yang kamu miliki. Jangan sampai salah memasukkan tanggal entry kamu ke China. Karena nanti pasti suruh mengulang. Teliti ya. Sebenarnya formulirnya ada yang versi online sih, tapi menurut saya lebih mudah menggunakan manual. Terutama untuk newbie seperti saya ini.
  4. Foto 4×6 terbaru, berwarna dan berlatar belakang putih (Foto langsung di tempel di formulir aplikasi visa) seinget saya si cuma 1 lbr aja.
  5. Fotokopi KTP
  6. Bukti booking tiket pesawat yang sudah confirmed
  7. Bukti booking hotel yang sudah confirmed / ini bisa cari di agoda.com yang cancellation fee nya free ❤
  8. Bukti pendukung. Misal kamu bepergian untuk mengisi seminar kemudian seluruh biaya selama disana ditanggung oleh pengundang, mintalah pada pengundang untuk membuatkan visa notification, ini menguatkan pihak China untuk mempermudah mengeluaran Visa China untuk kamu dengan mencantumkan local contact yang bisa dihubungi. Namun ingat, pengundang jangan sampai lupa membubuhkan stamp, karena jika tidak ada stamp, akan dianggap tidak resmi alias ngga laku.
  9. Sudah 🙂

Mudah kan persyaratannya, tidak perlu memberikan bukti rekening koran kalian selama 3 bulan seperti negara-negara Asia Timur lain. Bashaa 😀 !

C. Tarif

Kategori Visa

Tarif Pengajuan

Visa Single Entry

Rp 300.000

Visa Double Entry

Rp 450.000

Visa Multiple Entry (untuk 6 bulan)

Rp 600.000

Visa Multiple Entry (untuk 1 tahun)

Rp 900.000

Biaya Extra (3 hari jadi)

Rp 200.000

Biaya Extra (2 hari jadi)

Rp 300.000

Biaya Layanan Apikasi

Regular Service (4 hari jadi)

Rp 240.000

Express Service (3 hari jadi)

Rp 400.000

Urgent Service (2hari jadi)

Rp 500.000

Jadi, jika kasusnya seperti saya, minta 3 hari jadi maka tarifnya adalah tarif single entry+rush fee+application service = Rp 300.000+Rp 200.000+400.000 = Rp 900.000,- Got it? Tapi sekali lagi bayarnya nanti ya. Di tanggal pengambilan paspor 🙂 (April,2016)

D. Proses Pengajuan

  1. Bangun pagi, mandi, pake baju yang rapi, sarapan dan langsung menuju lokasi. Tips utama adalah datanglah lebih awal. Kenapa? Karena nanti kalian akan bersaing dengan para agen travel yang membuatkan visa untuk pelanggannya dan jumlahnya buanyaak. Percaya deh. Saya sampai lokasi pukul 08.30 WIB, sempet mengantri lumayan di depan pintu masuk TKP. Hingga pukul 08.45WIB ternyata pintu sudah dibuka oleh Security. Kalian akan ditanya, sudahkan mengisi formulir?ingin yang reguler atau ekspres? Saya jawab saya sudah mengisi lengkap form aplikasi rekan saya dan saya memilih pembuatan ekspres karena ini sudah tanggal 5 dan tiket sudah issued (mau ga mau harus JADI dalam 3 hari! kalau ngga saya bisa di cincang local secretariat yang sudah membelikan tiket kami #panjangceritanya aduuh amit2) apalagi ya karena minggu depan saya harus sudah berangkat. Ini penampakan karcis antriannya. Petugas mengingatkan untuk selalu memantau layar hingga nomor antrian tiba giliran. So, all I know is I should watch properly to the monitor and waiting until this number is coming out. Hehe.20160405_084820Mengagetkan. Antriannya tidak begitu lama karena counter yang ada berjumlah 13. 10 counter untuk memasukan applikasi, 2 counter kasir dan 1 counter pengambilan paspor. 20160405_085159
  2.  pukul 9 kurang nomor saya sudah dipanggil. Saya menyerahkan semua dokumen pendukung dan paspor asli tentunya. Yang punya passport cover lucu-lucu, itu tidak akan ngefek bikin pengajuanmu pasti diterima ya. Semua sampul paspor harus dilepas. heee
  3. Setelah semuanya dicek oleh petugas. Kamu akan diberikan semacam nota yang akan digunakan untuk membayar dan mengambil paspor ditanggal yang telah ditentukan. Menurut dia 3 hari ya 3 hari kerja. Masuk aplikasi tanggal 5, tanggal 7 bisa diambil. Keren! Jam 09.03 saya udah selesai.20160405_094159
  4. Saya kemudian pulang dan kembali lagi kesana pada tanggal 7 lusa harinya. Saya langsung meminta nomor antrian untuk pengambilan visa. Aduh, saya kesana agak siang. Dan setelah liat monitor baru sampe C57, See, i have to wait 40 numbers more . Baekla~ karena memang pagi itu ada kerjaan yang tidak bisa ditunda, jadi kesiangan dikit dan hasilnya begini. It’s fine, selama apapun saya tunggu. Udah biasa nunggu, segini aja mah bukan apa2.. 😛20160407_101423
  5. Kasir yang beroperasi ada 2 yaitu counter 12 dan 13, membayar bisa menggunakan kartu atau tunai. Saya pilih pakai kartu. Setelah bayar kita akan diberikan bukti bayar seperti ini20160407_141405
  6. Bawa bukti bayar ke counter 11. Antri aja udah sampai tiba giliranmu, berikan bukti bayar ke petugas dan dia akan langsung mencarikan paspor yang sudah ada visanya didalamnya.
  7. Sebelum pulang periksa lagi nama, tanggal lahir, nomer paspor dan tanggal maksimal boleh memasuki China. 20160407_110735
  8. All is fine, yes you can go home by then.
  9. FIN

Nah, mudah bukan? jadi tidak perlu via calo, semua bisa dikerjakan sendiri kok dan lagi lebih hemat kan. Semoga tulisan ini membantu ya~ ^^

                               歡迎來到中國! (Welcome to China)
                          A S S A L A A M U 'A L A I K U M GUANGZHOU~

Warmest Regards,
Dhienz UPS^^

Gerah dengernya . . .

Standar

It just my 3rd day in Jakarta. Finally after “a very long hibernation”, I’m back!

#Alhamdulillah Puji syukur atas segala rahmat dan kasih sayang Allah yang telah melancarkan segala proses perawatan yang saya jalani selama beberapa waktu ini.

Bicara mengenai pengobatan, pemerintah Indonesia sedang “benar2” berusaha keras untuk membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih baik dari sebelumnya.Yes, I’m talking about JKN- BPJS. Sedikit info:

Apa itu JKN dan BPJS Kesehatan dan apa bedanya?

JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang merupakan kepanjangan dari Jaminan Kesehatan Nasional yang sistemnya menggunakan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan.

Sementara BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS ini adalah perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai PT Askes. Begitupun juga BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).

Antara JKN dan BPJS tentu berbeda. JKN merupakan nama programnya, sedangkan BPJS merupakan badan penyelenggaranya yang kinerjanya nanti diawasi oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional). Sumber: https://www.facebook.com/notes/koran-fesbuk/apa-itu-jkn-dan-bpjs-kesehatan-yuk-kita-bahas-bersama/10152170077759532/

And what will I say here is……

Jujur, saya gerah sekaligus sedih melihat belakangan di media sosial banyak sekali yang menulis hal-hal kurang baik mengenai program di atas (BPJS.red). Tak bisakah sedikit saja berkhuznudzon (berbaik sangka.red) dengan pemerintah dan mulai percaya pada program-programnya? ( Ini bukan karena saya bekerja untuk pemerintah). Disini saya mencoba melihat dari sisi para pasien yang membutuhkan subsidi silang tersebut.  Jikalau boleh saya bercerita, saya sungguh melihat sendiri para pasien di rumah sakit (yang kebetulan beberapa diantara mereka adalah kalangan masyarakat tidak mampu dan menjadi peserta BPJS PBI) merasa sangat berterima kasih dengan adanya BPJS. Mengapa, karena pemerintah benar-benar meng cover seluruh biaya perawatan mereka selama sakit. “Pemerintah saiki sampun sae nggih mbak. Kulo matur suwun sanget, niki prikso kalian obate mboten mbayar blas” ( Pemerintah sekarang sudah bagus ya Mbak. Saya sangat berterima kasih sekali, ini periksa dan juga obatnya tidak bayar sama sekali.red). Itu salah satu testimoni yang saya dengar dari para pasien.

Jikalau masih ada yang protes mengenai beberapa syarat dan ketentuan yang menyulitkan klaim, silahkan pelajari lebih lanjut. Setiap program sudah memiliki prosedur tersendiri bukan? Jika tak berhasil meng klaim, bisa jadi Anda kurang membaca informasi. Jika tak bisa menemukan informasi yang dicari sendiri, silahkan datang ke kantor BPJS terdekat untuk mendapat keterangan lebih lanjut.

Melihat apa yang telah pemerintah rancang terkait BPJS, Lalu kenapa masih banyak orang yang sibuk menghitung kerugian mereka dan keuntungan yang di dapat pemerintah? Iuran dengan jumlah sekian dianggapnya terlalu tinggi (Bagi mereka yang mendaftar sebagai peserta BPJS Non PBI), padahal mereka merasa mereka tidak sakit, kenapa harus membayar? Sahabat, maukah Anda menjadi sakit? orang yang ditanya hal seperti itu tentunya akan menjawab tidak. Lalu mengapa menyisihkan uang sekian untuk saat-saat yang (nantinya akan) dibutuhkan masih sungkan? Saya terkadang tidak mengerti akan pemikiran seperti itu. Coba berilah sedikit saja kepercayaan pada pemerintah untuk mengolah uang rakyat. Pemerintah yang dulu dengan sekarang sudah jauh sangat berbeda bukan? meskipun belum bisa dikatakan sangat baik dalam pelayanan, tetapi pemerintah sudah berusaha sebaik mungkin untuk mengabdi dengan tulus untuk masyarakat. Berbagai program baru diluncurkan untuk mempermudah hajat hidup orang banyak di segala lini. Yang perlu dilakukan adalah bersyukur dan menjaga kelakuan Anda sendiri untuk turut andil menyukseskan program-program tersebut. Bukankah sebaiknya begitu? 🙂

Warmest Regards,

Dhienz UPS